Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — kelompok teroris ISIS dengan merilis pernyataan resmi mengaku bertanggung jawab atas serangan bersenjata pada Ahad, 23 Farvardin 1405, terhadap warga Syiah Hazara di kawasan Hazarganji, kota Quetta, Pakistan.
ISIS di kanal-kanal berita resminya menyebut serangan itu sebagai “operasi para pejuang khilafah” dan menyatakan bahwa targetnya adalah “rafidhah”.
Kelompok teroris itu dalam pernyataannya mengklaim bahwa para penyerang bersenjata menargetkan sejumlah orang yang mereka sebut sebagai “rafidhah”.
Berdasarkan laporan polisi Baluchistan Pakistan dan sejumlah sumber berita, pada Ahad, 23 Farvardin, sejumlah pria bersenjata tak dikenal melepaskan tembakan ke arah sekelompok warga di pasar Hazarganji. Akibat serangan itu, 4 orang gugur syahid dan beberapa lainnya terluka. Seluruh korban merupakan warga Syiah yang sedang menjalani aktivitas harian mereka di kawasan padat penduduk tersebut.
Serangan ini terjadi hanya dua hari setelah pembantaian terhadap warga Syiah di Herat, Afghanistan, dan semakin meningkatkan kekhawatiran atas meningkatnya serangan terarah terhadap etnis Hazara dan komunitas Syiah.
Perlu dicatat, komunitas Syiah Hazara di Pakistan, khususnya di Baluchistan, selama lebih dari dua dekade telah menjadi korban serangan teroris yang berulang. Kawasan Hazarganji, yang merupakan pasar buah dan sayur, berkali-kali menjadi lokasi serangan paling berdarah, termasuk pengeboman pada tahun 2019 yang juga diklaim oleh ISIS dan menewaskan puluhan orang. Kelompok-kelompok seperti Lashkar-e-Jhangvi, Taliban Pakistan, dan ISIS Khorasan dalam beberapa tahun terakhir telah membunuh ratusan warga Syiah Hazara melalui serangan bunuh diri, penembakan terarah, dan penyergapan.
Your Comment