Menurut laporan kantor berita Abna yang mengutip Sky News, Muhammad Ziauddin Yusuf, juru bicara parti reformasi Inggris, hari rabu menyatakan: Kenyataannya adalah bahwa cara mengelola kebijakan luar negeri oleh Trump di kedua masa kepresidenannya dapat digambarkan secara besar dengan doktrin yang disebut "pria gila".
Juru bicara parti reformasi Inggris kemudian melanjutkan: Doktrin ini berarti perilaku yang sangat tidak terduga dengan cara yang akan meyakinkan pihak lain atau musuh bahwa individu ini siap untuk mengambil tindakan yang bisa sangat merugikan.
Muhammad Ziauddin Yusuf kemudian mengacu pada ancaman kosong dan tidak berdasar Trump tentang menargetkan infrastruktur sipil di Iran, menambahkan: Jelas bahwa menargetkan instalasi desalinasi dan infrastruktur kritis dan merugikan banyak warga sipil akan menjadi masalah yang sangat serius dan menyedihkan. Saya harap hal seperti itu tidak terjadi. Keyakinan saya adalah bahwa pada akhirnya kita akan mencapai semacam gencatan senjata.
Dia kemudian menambahkan konsekuensi dari perang pemerintah AS terhadap Iran terhadap ekonomi warga negaranya: Hal paling penting bagi rakyat Inggris adalah perang berakhir secepat mungkin, Selat Hormuz dibuka kembali secepat mungkin dan pasar energi dan proses pasokan gas dan bahan bakar kembali ke keadaan normal.
Your Comment