Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- menyusul meningkatnya tekanan dan upaya asing — khususnya dari Amerika Serikat dan Arab Saudi — untuk menunda pemilihan parlemen Lebanon dan memperpanjang masa jabatan parlemen, Hassan Fadlallah, anggota Hizbullah di Parlemen Lebanon, menyatakan bahwa kami bertekad agar pemilihan parlemen dilaksanakan pada waktunya sesuai ketentuan hukum, tanpa perpanjangan atau penundaan apa pun.
Hassan Fadlallah menambahkan: pelaksanaan pemilihan parlemen tepat waktu adalah demi kepentingan seluruh rakyat Lebanon, karena melalui pemilu tersebut mereka dapat menyampaikan aspirasi mereka. Namun demikian, terdapat upaya untuk memaksakan perpanjangan masa jabatan parlemen melalui campur tangan negara-negara asing yang melakukan lobi terhadap pejabat guna memperpanjang masa parlemen saat ini dengan alasan-alasan eksternal yang tidak terkait dengan kepentingan nasional kami.
Ia menambahkan bahwa salah satu alasan negara-negara asing berusaha menunda pemilihan parlemen Lebanon adalah keyakinan mereka bahwa basis politik perlawanan di Lebanon akan melemah setelah satu tahun dan proses rekonstruksi Lebanon juga akan tertunda.
Fadlallah menyatakan bahwa tekanan yang diterapkan saat ini merupakan upaya untuk memanfaatkan hasil agresi Israel terhadap negara kami. Setelah semua yang terjadi, mereka melihat bahwa kami tetap kokoh dan persatuan serta koordinasi antara Hizbullah dan Gerakan Amal tetap kuat, dan keseimbangan internal tidak terpengaruh sejauh yang mereka harapkan — terlebih lagi tidak seorang pun di Lebanon dapat merusak kemitraan internal kami.
Ia juga menyebut bahwa sebagian pihak meyakini setelah satu tahun mereka dapat memperoleh parlemen yang dapat mematahkan dominasi representasi nasional Syiah di Lebanon. Mereka menilai bahwa jika pemilu dilaksanakan sesuai jadwal, dominasi tersebut tidak dapat dipatahkan, sehingga mereka tidak dapat mengubah keseimbangan internal selama empat tahun ke depan. Oleh karena itu, kemitraan dalam struktur kekuasaan di dalam negeri akan tetap kuat.
Mengenai agresi berkelanjutan rezim Zionis, Fadlallah mengatakan: tahap ini adalah tahap kesabaran, ketahanan, kesiapan, dan persiapan, dan kita harus menjaga segala hal dalam lingkup tanggung jawab pemerintah Lebanon.
Ia menambahkan: dalam menghadapi agresi ini, kami meminta pemerintah saat ini beserta seluruh institusinya untuk memikul tanggung jawab penuh atas agresi Israel tersebut. Kami akan terus menindaklanjuti, mendesak, dan mendorong pemerintah agar menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya terhadap rakyatnya.
Hassan Fadlallah juga terkait ancaman Amerika dan rezim Zionis terhadap Iran menyatakan: genderang perang Amerika di kawasan terhadap Republik Islam Iran telah ditabuh, dan Presiden Amerika mengira bahwa ia memerintah atau mengendalikan dunia. Namun ketika ada seorang pemimpin yang berani, bijaksana, dan tegas, serta ketika ada bangsa yang teguh dan tangguh, maka seluruh rencana dan konspirasi akan kandas di hadapan bangsa tersebut.
Your Comment