Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Pembukaan program “Kehidupan Qurani Kedua” diselenggarakan pada 18 Februari di aula Lembaga Internaisonal Ahlulbait as. Ayatullah Reza Ramezani dalam sambutannya menyebut bulan Ramadhan sebagai momentum pembinaan intelektual dan spiritual.
Ia menjelaskan bahwa tujuan utama puasa adalah takwa, yang menjadi pintu menuju ilmu ilahi. Menurutnya, tilawah, tadabbur (perenungan), dan menilai diri berdasarkan Al-Qur’an merupakan tahapan penting dalam membangun kehidupan Qurani.
Dalam bagian penting pidatonya, Ayatullah Ramezani menyatakan bahwa bentuk perbudakan modern kini hadir dalam wujud tekanan politik, budaya, dan pemaksaan global. Menurutnya, Al-Qur’an datang untuk membebaskan manusia dari ketergantungan dan penindasan tersebut serta menjadi solusi atas krisis keadilan, kecemasan eksistensial, keretakan keluarga, dan kekosongan makna.
Ia juga menegaskan bahwa generasi muda, khususnya di Barat, tengah mengalami krisis identitas. Para dai, katanya, harus berperan sebagai “dokter klinik identitas” yang mampu memberikan jawaban mendalam terhadap kegelisahan generasi masa kini.
Ayatullah Ramezani menekankan pentingnya pemahaman agama yang mendalam (tafaqquh), agar dakwah tidak justru merusak citra Islam. Ia mengingatkan bahwa perilaku seorang dai yang Qurani seringkali lebih efektif daripada seribu ceramah.
Di akhir penyampaiannya, ia menyatakan bahwa saat ini merupakan momentum terbaik untuk memperkenalkan ajaran Al-Qur’an kepada dunia, seraya mengajak para mubalig untuk menjalankan “jihad penjelasan” dengan pendekatan dialogis dan penuh hikmah. Ia menegaskan bahwa jika Al-Qur’an disampaikan dengan benar sesuai budaya dan konteks masyarakat, Islam akan mampu menjawab kebutuhan zaman.
Your Comment