19 Februari 2026 - 07:21
Media Ibrani akui ketakutan Israel terhadap kemungkinan kesepakatan Iran–AS

Menyusul pengumuman adanya “kemajuan nyata” dalam putaran kedua perundingan tidak langsung Iran dan Amerika Serikat di Jenewa, media rezim Zionis melaporkan kekhawatiran mendalam Tel Aviv atas kemungkinan tercapainya kesepakatan antara kedua pihak.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Sementara putaran kedua dialog tidak langsung Iran–AS di Jenewa berakhir dengan “kemajuan nyata”, media rezim Zionis secara terbuka menyampaikan kekhawatiran Tel Aviv terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Teheran dan Washington.

Penyiar resmi rezim Zionis, Kan 11, mengakui bahwa jika negosiasi antara Teheran dan Washington berjalan sesuai pernyataan optimistis yang disampaikan Selasa lalu, Tel Aviv akan menghadapi tantangan serius — khususnya bila kesepakatan tidak mencakup pembatasan program rudal balistik Iran atau isu itu ditunda ke tahap negosiasi berikutnya.

Media tersebut secara implisit mengakui bahwa kemajuan jalur diplomasi akan merusak kalkulasi strategis Tel Aviv. Dengan kata lain, rezim yang selama bertahun-tahun berusaha menggagalkan setiap kesepakatan dengan Iran kini justru khawatir terhadap keberhasilan perundingan.

Kekhawatiran itu meningkat setelah Kementerian Luar Negeri Oman mengumumkan dialog tidak langsung Iran–AS berakhir dengan “kemajuan nyata” dan membuka jalan bagi kelanjutannya dalam waktu dekat. Perundingan tersebut berlangsung di Jenewa dengan mediasi Oman.

Dalam kerangka yang sama, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Seyed Abbas Araghchi, setelah putaran kedua di Jenewa menegaskan pembahasan kali ini lebih serius dibanding sebelumnya dan suasana dialog lebih konstruktif. Ia juga menyebut berbagai gagasan telah diajukan dan dikaji secara rinci.

Melanjutkan pemberitaan tersebut, Kanal 12 mengutip seorang pejabat Zionis bahwa Israel sekaligus takut pada keberhasilan perundingan namun juga bersiap menghadapi skenario kegagalannya. Menurut laporan itu, Tel Aviv mempersiapkan kemungkinan “serangan segera Amerika” sekaligus skenario “serangan mendadak Iran”.

Bahasa semacam ini kembali menunjukkan aparat politik dan keamanan rezim Zionis terus menabuh genderang ancaman dan ketegangan serta merasa terancam oleh setiap proses yang dapat menurunkan tensi dan menguatkan solusi diplomatik.

Dalam konteks ini, Kan 11 melaporkan komandan Front Dalam Negeri Israel akan menghadiri rapat tertutup di Knesset untuk menyampaikan laporan rahasia mengenai kesiapan menghadapi kemungkinan serangan rudal dan drone. Fokus pertemuan tersebut adalah tingkat kesiapan menghadapi skenario konflik langsung.

Langkah-langkah keamanan ini berlangsung ketika Teheran menegaskan pendekatan diplomatik dan dialog berbasis saling menghormati. Namun tampaknya rezim Zionis yang selalu menentang kesepakatan antara Iran dan kekuatan global kini kembali khawatir terhadap keberhasilan proses yang dapat mengurangi ketegangan kawasan — kekhawatiran yang terpaksa diakui media resmi mereka sendiri.

Your Comment

You are replying to: .
captcha