Kantor Berita Internasional Ahlulbait - ABNA - Dalam tindakan menghina dan provokatif, seorang pemukim Zionis pada malam pertama Ramadhan membakar satu mushaf Al-Qur’an di kota Yerusalem; aksi tersebut memicu kemarahan dan kecaman luas umat Muslim.
Peristiwa ini terjadi saat dunia Islam tengah bersiap memasuki bulan ibadah dan spiritualitas. Video yang dirilis Selasa memperlihatkan pelaku tanpa menutupi wajah merekam aksinya sambil membakar Al-Qur’an “ayat demi ayat”.
Video dipublikasikan anggota Arab Knesset dan pelaku dibebaskan!
Video itu dipublikasikan oleh Ahmad Tibi, anggota Arab parlemen rezim Zionis (Knesset), di platform X. Ia menulis bahwa seorang aktivis religius Zionis berhaluan neo-Nazi membakar Al-Qur’an secara terang-terangan dan mengklaim tidak akan dihukum karena dirinya Yahudi.
Dalam rekaman tersebut pelaku berkata dengan nada menghina: “Kami di sini merayakan dan membakar kitab yang sangat suci bagi Muslim, surah demi surah. Selamat untuk kami!” Ia juga mengklaim bahwa “rakyat Israel sedang memusnahkan kejahatan.”
Diamnya otoritas Zionis
Meski sangat sensitif menjelang Ramadhan, hingga kini otoritas rezim Zionis maupun kelompok Yahudi anti-ekstremisme belum memberikan reaksi resmi segera; sikap diam yang oleh pengamat dianggap sebagai lampu hijau tidak langsung bagi berlanjutnya tindakan ekstrem semacam ini.
Dalam konteks eskalasi serangan terhadap Palestina
Tindakan penghinaan ini tidak terpisah dari gelombang luas agresi tentara dan pemukim Zionis di Al-Quds dan Tepi Barat, yang meliputi pembunuhan, penangkapan massal, pengusiran paksa, serta perluasan permukiman ilegal demi memaksakan realitas baru di wilayah pendudukan.
Your Comment