17 Februari 2026 - 21:22
Lebih berbahaya dari kapal induk adalah senjata yang mampu menenggelamkannya ke dasar laut

Ayatullah al-Uzma Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, hari Selasa dalam pertemuan dengan ribuan warga Azerbaijan Timur menilai penjelasan hakikat dan dimensi peristiwa kerusuhan bulan Dey oleh para pemikir dan analis sebagai hal yang perlu.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Ayatullah al-Uzma Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, hari Selasa dalam pertemuan dengan ribuan warga Azerbaijan Timur menilai penjelasan hakikat dan dimensi peristiwa kerusuhan bulan Dey oleh para pemikir dan analis sebagai hal yang perlu. Ia menegaskan: apa yang terjadi bukanlah sekadar gerakan kemarahan sebagian pemuda dan masyarakat, melainkan sebuah “kudeta terencana” yang dihancurkan di bawah kaki bangsa Iran.

Beliau menyebut tahun ini sebagai tahun yang penuh peristiwa penting dan menyatakan kemenangan bangsa dalam “perang 12 hari”, kegagalan fitnah besar bulan Dey serta kehadiran besar rakyat dalam pawai 22 Dey dan 22 Bahman sebagai tanda kekuatan dan hidupnya bangsa Iran. Ia menekankan pentingnya menjaga kesiapsiagaan, kewaspadaan dan persatuan nasional.

Pemimpin Revolusi menegaskan selain para pemimpin utama kerusuhan dan unsur perusak yang terhubung dengan musuh, seluruh korban — baik pasukan keamanan, warga tak bersalah maupun mereka yang tertipu — dianggap sebagai anak-anak bangsa dan beliau menyatakan berduka atas semuanya.

Beliau menekankan perlunya upaya serius pemerintah untuk menyelesaikan masalah ekonomi, mengendalikan inflasi dan menjaga nilai mata uang nasional. Terkait ancaman Amerika, ia mengatakan pejabat dan media Amerika sendiri tahu mereka tidak mampu menanggung konsekuensi tindakan militer; bahkan “tentara yang mengklaim terkuat di dunia” bisa menerima pukulan yang membuatnya tak mampu bangkit.

Ayatullah Khamenei menjelaskan bahwa badan intelijen Amerika dan rezim Zionis dengan bantuan beberapa negara lain sejak lama merekrut, melatih, membiayai dan mempersenjatai sejumlah elemen untuk melakukan sabotase dan menyerang pusat militer serta pemerintahan. Mereka juga memprovokasi sebagian masyarakat yang tidak berpengalaman lalu memasuki lapangan dengan kekerasan seperti ISIS — membakar, membunuh dan merusak — dengan tujuan mengguncang fondasi negara, namun berhasil digagalkan oleh rakyat dan aparat.

Beliau menyebut pawai 22 Dey dan 22 Bahman sebagai “tanda-tanda ilahi” dan menegaskan bangsa yang mampu menggagalkan konspirasi musuh harus menjaga keberhasilan itu dengan persatuan dan kewaspadaan.

Pemimpin Revolusi menegaskan rakyat menuntut penindakan terhadap pelaku utama kerusuhan dan lembaga keamanan serta peradilan wajib mengadili mereka secara adil. Ia juga memperingatkan kemungkinan rencana serupa di masa depan namun menegaskan bangsa Iran akan kembali menggagalkannya.

Beliau menyebut berbagai krisis ekonomi, politik dan sosial Amerika sebagai tanda kemunduran kekuatan imperium tersebut dan menegaskan masalah Amerika dengan Iran adalah keinginannya untuk mendominasi Iran, namun bangsa Iran menghalangi tujuan itu. Ia menegaskan bangsa Iran tidak akan tunduk kepada kekuasaan yang korup.

Terkait isu persenjataan, beliau menyatakan memiliki kemampuan pertahanan dan daya tangkal adalah kebutuhan mutlak bagi setiap negara dan campur tangan Amerika dalam kemampuan militer serta teknologi nuklir damai Iran tidak logis dan tidak relevan. Ia menegaskan hak Iran atas energi nuklir telah diakui dalam peraturan internasional.

Ayatullah Khamenei juga mengkritik ajakan negosiasi yang sejak awal menuntut Iran tidak memiliki energi nuklir, menyebutnya pendekatan keliru. Ia menambahkan ancaman pengiriman kapal perang Amerika tidak menakutkan, karena lebih berbahaya dari kapal induk adalah senjata yang mampu menenggelamkannya ke dasar laut.

Beliau menekankan Republik Islam tidak dapat dihancurkan karena bersandar pada rakyat yang hidup dan kuat. Ia meminta para pejabat menggandakan upaya memperbaiki ekonomi dan menenangkan iklim usaha, serta menegaskan masyarakat dapat melanjutkan aktivitas dengan tenang karena perangkat penangkal ancaman telah siap.

Di akhir, beliau berharap terciptanya ketenangan dan kepercayaan diri nasional serta memohon kepada Tuhan agar rakyat dan pejabat diberi keberhasilan dalam menjalankan tugas mereka.

Your Comment

You are replying to: .
captcha