8 Februari 2026 - 12:09
Source: ABNA
Perwakilan Eropa: Negosiasi NATO dengan AS tentang Greenland adalah Pengkhianatan

Seorang anggota Parlemen Eropa mengatakan bahwa masalah Greenland telah sangat merusak hubungan antara Brussels dan Washington.

Seperti dilaporkan oleh kantor berita ABNA, mengutip RT, Fernand Kartheiser, anggota Parlemen Eropa dari Luksemburg, mengatakan: "Masalah Greenland saat ini telah menyebabkan kerusakan parah pada hubungan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat."

Dia menambahkan: "Negosiasi Mark Rutte, Sekretaris Jenderal Pakta Atlantik Utara (NATO), dengan Amerika Serikat tentang masa depan Greenland, dianggap sebagai pengkhianatan terhadap sekutu."

Sebelumnya, Mette Frederiksen, Perdana Menteri Denmark, mengatakan bahwa Rutte tidak berada dalam posisi yang dapat menegosiasikan dengan Amerika Serikat atas nama Denmark atau Greenland.

Dia mengatakan: "Kami tidak melepaskan kedaulatan atas Greenland dan masa depan wilayah ini harus didefinisikan oleh rakyatnya; Greenland adalah bagian dari Denmark."

Pada tanggal 17 Januari, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Washington akan memberlakukan tarif impor 10% pada barang-barang yang diimpor dari Inggris, Jerman, Denmark, Belanda, Norwegia, Finlandia, Prancis, dan Swedia, hingga para pihak mencapai kesepakatan tentang pembelian penuh Greenland. Keputusan ini seharusnya berlaku mulai 1 Februari.

Setelah berbicara dengan Mark Rutte, Sekretaris Jenderal NATO, Trump mengumumkan bahwa AS tidak akan memberlakukan tarif ini karena kerangka sebuah kesepakatan sedang dibentuk.

Menurut laporan situs berita Axios, draf kesepakatan yang diusulkan oleh Rutte mengantisipasi pemeliharaan kedaulatan Denmark atas Greenland dan perpanjangan kesepakatan pertahanan tahun 1951; sebuah kesepakatan yang memungkinkan Washington untuk membangun pangkalan militer di pulau itu jika NATO menganggapnya perlu.

Your Comment

You are replying to: .
captcha