Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – Haaretz menyebut bahwa tujuan utama pertemuan terjadwal antara “Steve Witkoff”, utusan khusus Amerika Serikat untuk Asia Barat, dan Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, yang direncanakan berlangsung pada hari Jumat di Turki, adalah menguji jalur diplomatik tersebut. Pertemuan ini, secara tidak biasa, akan dihadiri oleh tuan rumah dan sejumlah perwakilan negara kawasan.
Haaretz menambahkan bahwa dalam pertemuan itu Witkoff akan berusaha menyampaikan pesan keseriusan Washington. Namun, di kalangan pengambil keputusan Israel, peluang keberhasilan negosiasi tidak dinilai tinggi. Meski demikian, bahkan para pendukung opsi serangan militer AS pun terpaksa memperhitungkan keterbatasan serius yang dihadapi pemerintah Amerika Serikat.
Menurut analisis ini, meskipun AS adalah kekuatan besar global dan telah menempatkan kapasitas militer yang signifikan di kawasan, negara tersebut tetap menghadapi keterbatasan struktural.
Haaretz menegaskan bahwa payung keamanan AS dari sisi sumber daya manusia, logistik, dan fokus strategis sedang menyusut. Dalam jangka panjang, memusatkan kekuatan pada satu front tunggal akan menjadi tugas yang sulit bagi Washington.
Surat kabar itu juga mengingatkan bahwa prioritas simultan AS di belahan barat—terutama Amerika Latin—krisis Ukraina, serta meningkatnya ketegangan di Asia Timur antara China dan Taiwan, telah membatasi ruang gerak Washington. Realitas ini membuat opsi perundingan dengan Iran, sebagai jalur yang lebih rendah biaya dan tak terelakkan, menjadi lebih menonjol dibandingkan tindakan militer.
Your Comment