Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – Hujjatul Islam wal Muslimin Sayyid Hasnain Abbas Gardezi, Ketua Majelis Ulama Mazhab Ahlulbait as Pakistan, dalam khutbah salat Jumat di Husainiyah Sajaf Ali bin Abi Thalib as di kawasan Bahara Kahu, Islamabad, ibu kota Pakistan, dengan menyinggung persekutuan kaum munafik dengan musuh-musuh Islam, menyatakan: Wahai orang-orang beriman yang mulia, kalian tentu sangat memahami situasi dunia yang sensitif dan menentukan saat ini; situasi di mana front-front kebatilan dan kekuatan-kekuatan setan, dengan segala perbedaan lahiriahnya, telah bersatu dalam permusuhan terhadap Islam dan kaum Muslimin. Hari ini kita melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana kaum munafik berdiri berdampingan dengan kekuatan-kekuatan anti-Islam dan berbaris melawan umat Islam.
Ia melanjutkan: Saudara-saudara dan saudari-saudari, di dunia saat ini tidak ada lebih dari dua front; tidak ada front ketiga dan tidak ada jalan ketiga. Di satu sisi terdapat Islam Muhammad yang murni dan para pembawa panji sejatinya, dan di sisi lain berdiri musuh-musuh Islam beserta para pengikut dan sekutunya. Al-Qur’an telah mengingatkan kita bahwa permusuhan sebagian Ahlulkitab terhadap Islam adalah permusuhan yang berakar dan mendalam. Dan hari ini kita melihat bahwa kaum Yahudi, Kekristenan yang telah terdistorsi, dan arus-arus permusuhan lainnya, semuanya berkumpul dalam satu poros untuk memusuhi Islam.
Ketua Majelis Ulama Mazhab Ahlulbait (as) Pakistan, dengan menyatakan bahwa Iran menjadi sasaran seluruh front kekufuran, menambahkan: Hari ini seluruh front kekufuran, dengan seluruh kekuatannya, menjadikan pusat iman dan perlawanan ini, yakni Republik Islam Iran, sebagai sasaran serangan politik, media, dan berbagai konspirasi; pusat yang hari ini menjadi pembawa panji Islam sejati, pusat yang tetap mengibarkan bendera Islam dan bendera Abul Fadhl al-Abbas as. Seluruh dunia kesombongan berdiri menghadapi benteng kokoh ini dan berusaha mematahkannya. Wahai orang-orang beriman, waspadalah, bangkitlah, dan kenalilah tanggung jawab sejarah dan agama kalian. Hari ini kita berhadapan dengan Fir’aun zaman; Fir’aun yang tidak terikat pada hukum, tidak pada moral, dan tidak pada prinsip-prinsip serta aturan internasional. Ia diperbudak nafsu kekuasaan dan haus menguasai kekayaan serta sumber daya bangsa-bangsa, dan berupaya memaksakan kehendaknya kepada dunia. Inilah contoh nyata dari “Setan Besar”.
Ia menekankan pentingnya untuk tidak bersikap acuh terhadap penghinaan Trump kepada Pemimpin Tertinggi Revolusi, seraya berkata: Imam Khomeini qs sungguh tepat ketika menyebut Amerika sebagai Setan Besar. Dan hari ini, siapa pun yang ingin melihat wujud nyata setan itu, cukup melihat perilaku dan ucapan Trump; bagaimana ia dengan bahasa ancaman dan agresi menyerang kemerdekaan bangsa-bangsa dan merusak kehormatan. Ia telah mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati setiap mukmin; penghinaan terang-terangan terhadap pemimpin kita, marja’ kita, pembimbing spiritual kita, dan sosok agung dunia Islam, Ayatullah Agung Sayyid Ali Khamenei hf. Meskipun musuh tidak akan pernah mampu menyakiti sosok ilahi seperti beliau dan dengan izin Allah perhatian Imam Zaman afs menyertainya, namun menjadi kewajiban umat beriman untuk tidak bersikap diam terhadap penghinaan tersebut.
Hujjatul Islam wal Muslimin Sayyid Hasnain Abbas Gardezi pada bagian lain pidatonya berkata: Pemimpin Tertinggi Revolusi adalah kehormatan dan kemuliaan kita; pemimpin dan panutan kita. Kami memandangnya sebagai wakil Imam Maksum as. Bagaimana mungkin kita diam terhadap kedudukan wakil Imam Zaman kita dan tidak merasa bertanggung jawab? Kami tidak akan pernah membiarkan musuh memandangnya dengan pandangan kotor. Jiwa kami, harta kami, kehormatan dan keluarga kami menjadi tebusan bagi putra Husain as ini; pembawa panji agung yang hari ini menjadi kehormatan Islam, kebanggaan Syiah, dan harapan kaum tertindas dunia. Dari mana permusuhan kaum arogan terhadap beliau berasal? Karena beliau tidak tunduk; karena beliau menjadi penghalang kokoh bagi tujuan zalim mereka; karena beliau dengan jujur membela rakyat Palestina yang tertindas dan berdiri melawan rezim Zionis, musuh nyata Islam.
Ketua Majelis Ulama Mazhab Ahlulbait as Pakistan pada penutup pidatonya menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Revolusi tidak pernah memulai perang, seraya menambahkan: Beliau tidak pernah mengeluarkan perintah agresi dan tidak pernah memerintahkan pembunuhan siapa pun. Catatan hitam ini milik Amerika; Amerika yang menghancurkan Irak, Libya, dan Afghanistan; Amerika yang menggulingkan pemerintahan bertentangan dengan kehendak rakyat; Amerika yang tangannya ternodai teror dan kekerasan di seluruh dunia dan yang memerintahkan syahidnya para komandan besar perlawanan, termasuk Syahid Haji Qasem Soleimani. Di hadapan logika kekerasan ini, Pemimpin Tertinggi Revolusi adalah penyeru perdamaian, keadilan, dan martabat manusia, dan kami berdiri sepenuh jiwa di sisinya. Insya Allah hingga tetes darah terakhir, kami akan menjadi pendukung marja’iyah, wilayah, wali faqih, dan setia pada jalan Sayyid Ali Khamenei.
Your Comment