Menurut laporan kantor berita ABNA yang mengutip jaringan Al Jazeera, Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyatakan bahwa kepemimpinan gerakan tersebut telah melakukan kontak intensif dengan negara-negara mediator dan beberapa pihak internasional untuk mengecam agresi rezim Zionis terhadap Jalur Gaza dengan dalih yang dibuat-buat.
Hamas menegaskan bahwa rezim Zionis bertanggung jawab atas kegagalan dalam mencapai solusi terkait masalah pasukan perlawanan di Rafah, yang berada di wilayah di bawah kendali rezim tersebut.
Pernyataan itu lebih lanjut menyebutkan bahwa dalam kontak tersebut, pemimpin Hamas di Jalur Gaza telah memperingatkan tentang konsekuensi dari kejahatan dan pembantaian yang dilakukan oleh rezim Zionis setiap harinya.
Your Comment