Menurut laporan kantor berita ABNA yang mengutip Russia Today, seorang sumber Saudi yang dekat dengan militer Arab Saudi menyatakan dalam wawancara dengan AFP bahwa Turki tidak akan pernah bergabung dalam perjanjian pertahanan antara Riyadh dan Islamabad.
Ia membantah laporan mengenai adanya konsultasi serius terkait hal ini dan mengatakan bahwa ini adalah perjanjian bilateral dengan Pakistan dan akan tetap bersifat bilateral.
Sumber tersebut menyatakan: "Ini adalah hubungan pertahanan antara Pakistan dan Arab Saudi. Kami juga memiliki perjanjian bersama dengan Turki, tetapi perjanjian dengan Pakistan ini tetap bersifat bilateral."
Perlu dicatat bahwa Arab Saudi dan Pakistan menandatangani perjanjian pertahanan strategis bersama pada September 2025 dalam kunjungan Shehbaz Sharif ke Riyadh, yang menetapkan bahwa setiap serangan asing terhadap Riyadh atau Islamabad dianggap sebagai serangan terhadap keduanya.
Bloomberg sebelumnya mengklaim bahwa Turki sedang mempertimbangkan untuk bergabung dalam perjanjian tersebut.
Your Comment