24 Januari 2026 - 07:05
Perpecahan di Tengah Umat Islam adalah Tanda Infiltrasi Musuh

Hujjatul Islam wal Muslimin Sayyid Mohammad Mahdi Mirbagheri dalam majelis perayaan malam kelahiran Imam Husain as di haram suci Sayyidah Ma‘shumah sa, menyinggung bahwa rakyat Iran selama beberapa dekade terakhir menghadapi berbagai konfrontasi dengan kekuatan arogan dunia, dan ketenangan yang mereka miliki dalam menghadapi itu bersumber dari Asyura.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – Hujjatul Islam wal Muslimin Sayyid Mohammad Mahdi Mirbagheri dalam majelis perayaan malam kelahiran Imam Husain as di haram suci Sayyidah Ma‘shumah sa, sembari memohon kepada Allah agar meninggikan derajat seluruh syuhada khususnya syuhada peristiwa terbaru, merujuk pada ayat-ayat akhir Surah al-Fajr dan menyatakan bahwa dalam riwayat, surah ini dikenal sebagai “Surah Imam Husain as”, kemungkinan karena ayat-ayat penutupnya.

Ia menjelaskan bahwa Imam Husain as menerima misi Ilahi untuk membentuk sebuah umat, mengantarkannya menuju tujuan, dan mengembalikannya kepada Allah. Untuk menunaikan misi ini, beliau mengorbankan jiwa, harta, dan keluarganya.

Ia menambahkan bahwa pada peristiwa Asyura, Imam Husain as menolak bantuan jin, malaikat, dan pertolongan Ilahi karena komitmen yang telah beliau ikrarkan kepada Allah. Sayyidusy Syuhada as adalah “nafs al-muthma’innah” yang ditugaskan memasuki konflik terbesar sejarah demi kemenangan barisan kebenaran.

Mirbagheri menyatakan bahwa setan mengerahkan seluruh kekuatannya menghadapi Imam Husain as di Asyura, dan bahwa jalur kebenaran dan kebatilan selalu berhadapan, dengan Imam Husain as berdiri di pusatnya sebagai jiwa yang tenang.

Ia menyinggung bahwa rakyat Iran selama beberapa dekade terakhir menghadapi berbagai konfrontasi dengan kekuatan arogan dunia, dan ketenangan yang mereka miliki dalam menghadapi itu bersumber dari Asyura.

Menurutnya, Allah menguji manusia dengan ujian berat dan memberi kabar gembira kepada mereka yang bersabar. Tanpa melalui kesulitan ini, tujuan Ilahi tidak mungkin tercapai. “Nafs al-muthma’innah” adalah jiwa yang memahami bahwa jalan ini memiliki naik-turun, namun berujung pada kemunculan kebenaran.

Ia menegaskan bahwa jalan ini dibuka oleh Imam Husain (as), dan untuk berjalan bersama beliau ada dua syarat utama: pertama, mengenali dengan benar barisan batil dari barisan haq; kedua, membangun persatuan dan kekompakan di poros Sayyidusy Syuhada as.

Mirbagheri menekankan bahwa sebagaimana mencintai Imam Husain (as), umat juga harus mencintai para pengikut dan pendukung beliau. Jika kaum Muslimin tercerai dari poros wali Allah, mereka akan menuju kehancuran.

Ia mengingatkan pentingnya waspada terhadap infiltrasi musuh. Bila ada ketertarikan pada sistem musuh dan kelalaian terhadap strategi mereka, maka musuh akan mudah menyusup.

Ia menambahkan bahwa menjauhi musuh bukan hanya dari individunya, tetapi juga dari rencana, investasi, dan instrumen yang mereka gunakan.

Di akhir pernyataannya, ia menegaskan: di mana pun setan dan musuh berhasil menyusup, umat akan terpecah; dan di mana pun Imam dan wali Allah hadir, persatuan dan kekompakan akan terbentuk.

Your Comment

You are replying to: .
captcha