16 Januari 2026 - 14:33
Penangkapan Seluruh Pelaku yang Terlibat dalam Kematian Dua Aparat Keamanan di Qom

Seluruh pelaku yang terlibat dalam kematian dua personel pembela keamanan di Qom telah ditangkap. Komandan Kepolisian Provinsi Qom mengatakan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam kematian dua anggota kepolisian Qom telah berhasil ditangkap.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – Brigadir Jenderal Mohammadreza Mirheidari, Komandan Kepolisian Provinsi Qom, dalam sebuah pertemuan bertajuk “Peran Media dan Hubungan Masyarakat dalam Mewujudkan Keamanan Berkelanjutan” yang diselenggarakan oleh Biro Humas dan Urusan Internasional Gubernuran Qom, dengan mengenang korban jiwa kerusuhan baru-baru ini serta menyampaikan belasungkawa atas peringatan hari syahadah Imam Musa Kazhim as menyatakan: “Hakikatnya, bagi para teroris yang aktif dalam kerusuhan-kerusuhan terakhir—yang bertindak sebagai antek Amerika dan Zionisme—tidak ada perbedaan antara aparat keamanan dan rakyat biasa; mereka dengan cara apa pun berupaya menciptakan ketidakamanan di negara ini.”

Ia menegaskan bahwa selain berterima kasih kepada aparat keamanan, kita juga harus berterima kasih kepada masyarakat Qom yang mulia atas kesadaran dan kewaspadaan mereka dalam memadamkan api fitnah terbaru. Ia menambahkan bahwa di Provinsi Qom, dengan poros kepemimpinan Insinyur Behnam Jo sebagai Gubernur Qom dan Ketua Dewan Keamanan Provinsi, telah tercipta koordinasi yang baik. Gubernur dengan kebijaksanaan, kerendahan hati, dan pengorbanan diri, telah membangun kesatuan yang baik di antara para anggota Dewan Keamanan Provinsi, sehingga Ketua Pengadilan Tinggi Provinsi, Komandan Garda Revolusi, dan seluruh unsur terkait bergerak dengan satu pandangan demi terciptanya keamanan di provinsi ini.

Komandan Kepolisian Provinsi Qom, seraya mengapresiasi ungkapan terima kasih dari komunitas media Qom dan para kepala humas instansi-instansi provinsi kepada kepolisian, mengatakan bahwa penghargaan utama sejatinya harus ditujukan kepada rakyat, dan ia menyampaikan terima kasih atas wawasan, iman, serta komitmen mereka terhadap sistem Republik Islam Iran.

Ia menambahkan bahwa kewaspadaan rakyat dalam perang 12 hari menyebabkan kekalahan musuh. Menurutnya, perang 12 hari, kerusuhan-kerusuhan terbaru, serta bentuk dan kualitas kerusuhan tersebut menunjukkan bahwa musuh tengah melancarkan perang total terhadap Iran Islam.

Para Pembunuh Dua Aparat Kepolisian Qom Akan Dieksekusi di Tempat Kejadian

Jenderal Mirheidari menyatakan bahwa ia telah hampir 40 tahun mengabdi di institusi kepolisian Iran dan pernah menghadapi berbagai krisis di berbagai provinsi, termasuk menghadapi kelompok Munafikin dan lain-lain. Ia mengatakan bahwa sepanjang tahun-tahun tersebut, ia belum pernah menyaksikan kekejaman dan kebrutalan seperti dalam kerusuhan terbaru ini.

Sebagai contoh, ia menyebut Syahid Abbas Asadi—ayah dari lima anak—yang mendatangi sekelompok demonstran dan menasihati mereka dengan mengatakan bahwa masalah ekonomi dialami semua orang dan kita harus bersabar serta Tuhan pasti menolong. Namun ia ditikam dengan 58 tusukan pisau hingga syahid, dan jasad sucinya kemudian diseret di tanah. Demikian pula Syahid Qasemi yang baru tujuh bulan menikah, yang ditikam dengan 28 tusukan hingga syahid, dan jasad sucinya juga diseret di tanah. Selain itu, sejumlah syuhada lainnya di berbagai provinsi dibakar hidup-hidup. Ia menegaskan bahwa para pelaku ini bukan bagian dari rakyat, dan mereka melakukan kejahatan yang bahkan lebih buruk daripada kejahatan ISIS.

Ia menekankan bahwa semua kejahatan ini membawa pesan bagi kita agar lebih waspada terhadap generasi muda dan remaja, supaya mereka tidak tertipu dan jatuh ke tangan teroris musuh.

Ia menyatakan bahwa para pelaku syahadah dua anggota kepolisian di Provinsi Qom telah ditangkap. Ketua Pengadilan Tinggi Provinsi Qom telah berjanji bahwa sebelum hari ke-40 syuhada tersebut, hukuman mati terhadap para pembunuh akan dilaksanakan di dua lokasi yang sama tempat terjadinya aksi teror dan kesyahidan para personel tersebut—satu di Lapangan Nabuwat Kota Qom dan satu lagi di Lapangan Nekouei. Selain itu, para perusuh yang mengepung kedua syuhada tersebut juga telah diidentifikasi dan akan menerima hukuman setimpal.

Komandan Kepolisian Provinsi Qom, dengan merujuk pada pidato ibu Syahid Asadi di hadapan masyarakat yang menyatakan, “Anak syahidku adalah tebusan bagi sehelai rambut Pemimpin kami,” mengatakan bahwa musuh, meskipun dengan segala tipu dayanya, tidak mampu menghadapi bangsa yang tangguh dan beriman ini.

Peran Keluarga dalam Membangun Kesadaran dan Menyelamatkan Anak-anak dari Tipu Daya Musuh

Ia menyebutkan bahwa sebagian perusuh membagikan minuman keras di kalangan pemuda, dan dalam laptop yang disita dari mereka ditemukan instruksi pembuatan berbagai jenis granat dan bom. Ia menekankan bahwa perlu dilakukan pencerahan agar semua orang mengetahui bahwa banyak pembunuhan tersebut dilakukan oleh para perusuh yang terafiliasi dengan dinas intelijen asing, dan bahwa pencerahan ini adalah tugas media.

Ia menegaskan bahwa tugas media adalah terus-menerus menyampaikan bahwa jalan perbaikan negara tidak ditempuh melalui perusakan, serta keluarga harus menyadarkan para pemuda dan remaja agar tidak terjerumus ke dalam perangkap musuh.

Terkait dua orang yang tewas pada awal kerusuhan, ia mengatakan bahwa salah satu dari mereka terbukti memiliki hubungan dengan jaringan Munafikin dan berniat membunuh rakyat dengan granat, namun granat tersebut meledak di tangannya sendiri sehingga ia tewas. Sementara korban kedua, seorang pemuda berusia 17 tahun, tewas akibat senjata yang belum diketahui asalnya dan kasusnya masih dalam penyelidikan.

Ia menambahkan bahwa bahkan pada petasan yang baru-baru ini ditemukan, terlihat penggunaan jenis serpihan tertentu, yang menunjukkan bahwa musuh-musuh Iran masuk ke dalam kerusuhan dengan perhitungan matang untuk menipu generasi muda.

Ucapan Terima Kasih kepada Bangsa Besar Iran, Khususnya Warga Qom

Komandan Kepolisian Provinsi Qom mengatakan bahwa berbagai media dan unit humas di provinsi ini, masing-masing dengan audiensnya, dapat berperan dalam menjelaskan isu-isu dan meningkatkan kesadaran publik. Ia mencontohkan bahwa kebijakan terkait mata uang subsidi pada akhirnya memang harus dilakukan untuk mengatasi sebagian masalah.

Ia menegaskan bahwa hari ini, tugas terpenting dalam melayani negara adalah memperkuat persatuan nasional. Ia mengutip seorang analis Amerika yang menulis bahwa jika sanksi yang dijatuhkan pada Iran diberlakukan pada Amerika, negara itu akan runtuh, namun Iran tetap berdiri tegak—dan hal ini disebabkan oleh iman rakyat dan kesetiaan mereka kepada Islam yang mulia, yang harus terus diperkuat.

Ia kembali menegaskan pentingnya berterima kasih kepada bangsa besar Iran, khususnya masyarakat Qom, yang telah mendukung aparat militer dan keamanan. Ia menyatakan bahwa tugas insan media adalah dengan pencerahan menyadarkan mereka yang tertipu oleh musuh, serta dengan menjelaskan layanan dan jasa sistem pemerintahan agar tingkat kepuasan rakyat meningkat—karena semakin tinggi kepuasan rakyat, semakin kecil peluang musuh untuk menipu mereka.

Ia meminta insan media dan unit humas Provinsi Qom untuk membantu menyebarluaskan pernyataan-pernyataan kepolisian serta membantu identifikasi para tersangka kerusuhan melalui publikasi gambar, karena langkah-langkah ini sangat efektif dalam pencegahan kejadian.

Pada penutup pertemuan, Komandan Kepolisian Provinsi Qom meminta insan media dan humas untuk fokus pada penguatan persatuan masyarakat dalam rangka menggagalkan konspirasi musuh-musuh.

Perlu dicatat bahwa pada akhir pertemuan ini, dengan penyerahan piagam penghargaan oleh Sadeq Chehreqani, Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas dan Urusan Internasional Gubernuran Qom, kepada Jenderal Mirheidari, apresiasi diberikan atas upaya beliau dan seluruh unsur kepolisian dalam menghadapi kerusuhan pada 8 Januari kemarin.

Your Comment

You are replying to: .
captcha