Kantor Berita Internaisonal Ahlulbait -ABNA- Terkait dengan peristiwa beberapa hari terakhir di Iran, terutama aksi kerusuhan yang dipicu oleh para perusuh yang berafiliasi dengan dinas intelijen asing Sekjen Lembaga Internasional Ahlulbait Ayatullah Reza Ramezani pada pengantar Pelajaran Tingkat Tingginya mengecam dan mengutuk aksi brutal tersebut dan menyebutnya sebagai fase lanjutan dari Perang 12 Hari yang dilancarkan AS dan Israel atas rakyat Iran.
Guru besar Hauzah Ilmiah Iran ini dalam lanjutan penyampaikannya mengatakan Islam, kepemimpinan dan rakyat adalah tiga rukun utama dari Revolusi Islam. Ia berkata, "Pada peristiwa terakhir, terjadi penghinaan pada tiga rukun ini. Para perusuh telah menghina simbol-simbol Islam. Mereka membakar masjid. Di Teheran mereka membakar lebih dari 25 masjid, termasuk Al-Qur;an di dalamnya. Di sejumlah kota yang lain juga mereka telah menghina simbol-simbol agama dan ulama. Mereka telah menghina Ayatullah Khamenei yang merupakan simbol Islam dan dunia Syiah hari ini."
"Selain itu mereka juga telah merusak fasilitas publik milik rakyat, seperti rumah sakit, puskesmas, bahkan fasilitas pemadam kebakaran yang kesemua ini adalah fasilitas pelayanan publik. Ini adalah penghinaan pada rakyat Iran. Mereka menyerang aparat keamanan, tenaga medis, petugas pemadam kebakaran yang mereka semua ini adalah orang-orang yang siang malam memberikan pelayanan pada rakyat. Ini semua menunjukkan bukan hanya penghinaan pada rakyat, tapi juga memastikan mereka bukan dari rakyat." Tambahnnya.
Terkait, peristiwa mengenaskan yang terjadi di Rumah Sakit Imam Sajjad as di kota Rasht, Ayatullah Ramezani berkata, "Di kota Rasht sebuah rumah sakit bernama RS Imam Sajjad, Adalah rumah sakit terbesar dengan 6 atau 7 lantai di kota tersebut, dikabarkan telah dibakar oleh perusuh. Akibat kebakaran tersebut, 6 lantai rumah sakit ini telah hancur. Tidak hanya itu sejumlah pasien dan perawat juga harus meregang nyawa akibat kebakaran ini."
Ayatullah Ramezani lebih lanjut mengatakan bahwa gerakan para perusuh dengan menebar teror dan kekacauan adalah lanjutan dari Perang 12 Hari yang dilancarkan AS dan Israel atas Iran. Ia berkata, "Dalam Perang 12 Hari yang diinginkan Israel dan AS adalah menebar ketakutan dan menimbulkan ketidakamanan di tengah-tengah masyarakat. Dan apa yang terjadi saat ini adalah lanjutan dari perang tersebut dengan tujuan yang sama. Skema yang sama pernah diterapkan di Libya dan Suriah."
"Para musuh sampai saat ini tidak mengenal baik Iran dan rakyatnnya. Bangsa Iran memiliki peradaban besar dan telah sangat tua. Sejarah Iran bukan 100-200 tahun, melainkan memiliki sejarah panjang sejak dari 5-6 ribu tahun lalu. Bahkan sebelum Islam, bangsa Iran telah dikenal memiliki tradisi dan etika yang luhur. Bangsa Iran juga menganut Islam bukan melalui pedang dan paksaan. Bangsa Iran menerima Islam karena ruh Islam adalah rasionalitas, spritualitas dan pendamba keadilan." Jelasnya.
"Dalam menghadapi situasi seperti saat ini, kita tidak boleh diam. Ini adalah cobaan dan ujian dari Allah Swt. Yang harus kita lakukan adalah melakukan jihad tabyin. Menjelaskan yang hak dan hakikat sebenarnya. Musuh saat ini tidak hanya melancarkan perang fisik namun juga perang informasi dalam skala penuh. Mereka aktif menyebar hoax dan pencitraan buruk terhadap Republik Islam Iran. Menjelaskan hakikat yang benar adalah tugas jihad yang harus dilakukan dengan serius dan penuh dengan perhitungan." Tegasnya.
Your Comment