15 Desember 2020 - 10:20
50 Mantan Tokoh dan Pejabat Serukan AS Kembali ke JCPOA

Lebih dari 50 mantan tokoh dan pejabat AS telah mengeluarkan pernyataan yang menyerukan kembalinya pemerintahan AS berikutnya ke kesepakatan nuklir dengan Iran.

Menurut Kantor Berita ABNA, Lebih dari 50 mantan tokoh dan pejabat AS mengeluarkan pernyataan pada hari Senin (14/12/2020) yang menyerukan pemerintahan AS berikutnya untuk kembali ke Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) demi mengurangi risiko konflik dengan Iran. Demikian dilaporkan FNA, Senin (14/12/2020).

Dalam surat pernyataan itu, para penulisnya menyerukan pemerintahan berikutnya di Washington untuk memulihkan hubungan formal dengan Iran, tanpa menyebutkan kebijakan anti-Iran dan kesalahan pejabat Gedung Putih.

Para penulis pernyataan itu juga mengklaim bahwa ini meningkatkan risiko konflik tanpa menyebutkan peran badan intelijen AS dan Israel dalam meneror ilmuwan nuklir dan pertahanan Iran Mohsen Fakhrizadeh.

Di antara mereka yang menandatangani pernyataan itu adalah lima mantan duta besar AS untuk Palestina Pendudukan, Joseph Nye, profesor dan ahli teori universitas Amerika, dan Chuck Hagel, mantan Menteri Pertahanan AS.

Unsur-unsur teroris bersenjata menyerang dan menembaki kendaraan Mohsen Fakhrizadeh, Kepala Organisasi Riset dan Inovasi Kementerian Pertahanan Iran dan ilmuwan di industri nuklir Iran.

Banyak negara, tokoh politik, dan pakar di dunia menyalahkan Amerika Serikat dan Israel segera setelah serangan teroris ini.

Setelah memasuki Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump meninggalkan JCPOA dan banyak perjanjian serta organisasi internasional.

Kembali ke berbagai perjanjian, termasuk JCPOA dan Perjanjian Iklim Paris, telah menjadi salah satu janji yang dibuat oleh Presiden terpilih AS Joe Biden.

342/