Menurut Kantor Berita ABNA, Proposal yang sampaikan Recep Tayyip Erdogan ke parlemen Turki salah satunya berbunyi, "Bahaya dan ancaman dari Libya mengancam Turki dan kawasan. Jika serangan pasukan Tentara Nasional Libya terus berlanjut, maka kepentingan Turki di Mediterania dan Afrika Utara akan terpengaruh,".
Erdogan juga menyerukan perpanjangan operasi militer Turki di Libya demi melanjutkan upayanya untuk memperkuat kehadiran militernya di negara Afrika Utara itu. Pada saat yang sama, parlemen Libya di Tobruk mendukung Khalifah Haftar dan sepakat dengan suara bulat memutuskan hubungan dengan Turki.
342/