Menurut Kantor Berita ABNA, Ahad (6/12/2020) saat diwawancarai Televisi Fox News Sunday menekankan bahwa Republik Islam Iran adalah sebuah negara independen dan negara lain tidak berhak membunuh petinggi negara ini. Dia mengatakan, teror Fakhrizadeh harus dikecam.
Brennan setelah berita teror Syahid Fakhrizadeh di akun Twitternya menyebut aksi ini sebuah kejahatan.
Ia menyebut aksi teror ini terang-terangan melanggar hukum internasional dan menilainya sebagai dorongan terhadap berbagai pemerintah untuk melancarkan serangan mematikan terhadap pejabat asing.
Teroris bersenjata menyerang kendaraan yang ditumpangi Mohsen Fakhrizadeh, Ketua Bidang Penelitian dan Inovasi Kementerian Pertahanan Iran pada Jumat, 27 November 2020, dan menyebabkan ilmuwan senior Iran ini gugur syahid. Banyak pejabat negara dunia yang mengutuk pembunuhan Fakhrizadeh. (MF)
342/