7 Desember 2020 - 12:15
Khatibzadeh: Sikap Iran di JCPOA tidak akan Berubah

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, sikap Tehran di Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) tidak akan berubah.

Menurut Kantor Berita ABNA, Saeed Khatibzadeh Senin (7/12/2020) dalam wawancaranya dengan wartawan secara virtual terkait statemen terbaru Menlu Jerman Hieko Maas soal JCPOA menjelaskan, "JCPOA sekali dirundingkan, dan kesepakatan yang ada dan yang tercantum di Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB tidak akan berubah."

Jubir Kemenlu Iran menekankan, Iran tidak akan merundingkan kembali sebuah perjanjian yang telah dicapai kesepakatannya dan juga tidak akan mengurangi pengikatan Resolusi 2231."

Heiko Maas dalam sebuah statemennya yang selaras dengan kebijakan Gedun Putih mengatakan, "Dibutuhkan sebuah kesepakatan nuklir lebih baik dengan Iran yang akan menjamin kepentingan Eropa."

Seraya menjelaskan bahwa Eropa harus memahami posisi dan kapasitasnya serta memperhatikan level hubungannya, Khatibzadeh menambahkan, Eropa tidak menjalankan komitmennya di JCPOA.

Jubir Kemenlu Iran ini seraya menekankan bahwa Iran tidak akan berunding dan berdamai terkait keamanan nasionalnya mengatakan, Iran memahami hak dan kewajibannya, dan juga mengingatkan hak serta kewajiban pihak seberang; apa yang tidak dapat diraih melalui represi maksimum, juga tidak bakal diraih melalui metode lain.

"Pesan Republik Islam Iran kepada negara-negara anggota perundingan nuklir ini adalah Tehran benteng stabilitas dan negara bersejarah di kawasan yang berusaha mengabaikan kesalahan pihak lain, tapi mereka harus menyadari posisi mereka dan seberapa jauh mereka mampu berbicara," tambah Khatibzadeh.

Khatibzadeh terkait statemen Menlu Mohammad Javad Zarif terkait kembalinya Amerika ke komitmennya dan juga peratifikasian rencana langkah strategis untuk membatalkan sanksi dan menjaga bangsa Iran yang pekan lalu ditetapkan parlemen Iran, mengatakan, jika keputusan parlemen berubah menjadi undang-undang, Deplu akan komitmen dengannya.

"Banyak statemen dan berita yang didengar dari pemerintah terpilih Amerika yang siap memperbaiki kesalahan pemerintah saat ini," papar Khatibzadeh.

Jubir Kemenlu Iran juga mengkonfirmasi kunjungan menlu Republik Azerbaijan ke Tehran dan mengatakan, Menlu Azerbaijan Jeyhun Bayramov hari Rabu akan tiba di Tehran dan akan bertemu dengan petinggi Republik Islam Iran terkait isu-isu yang diminati kedua pihak. (MF)

342/