3 Desember 2020 - 18:08
Ayatullah Hamadani Pesankan Pemerintah Iran untuk Fokus Bekerja untuk Rakyat

"Hari ini kewajiban utama pemerintah adalah berkhidmat untuk masyarakat."

Menurut Kantor Berita ABNA, dalam pertemuannya dengan Menteri Pertanian Iran, Ayatullah al-Uzhma Nuri Hamadani memesankan agar pemerintah lebih keras lagi bekerja untuk mengontrol harga bahan-bahan pokok di masa pandemi agar tetap terjangkau oleh masyarakat. "Pemerintah harus berupaya lebih keras lagi agar barang-barang kebutuhan pokok bisa mengalami penurunan harga." Pesannya. 

Ulama marja taklid Syiah ini menyebut kerja keras pemerintah selama ini dalam upaya tetap menjaga ketersediaan bahan-bahan kebutuhan pokok di tengah-tengah masyarakat  harus diapresiasi dan mendapatkan ucapan terimakasih. "Hari ini, kenaikan harga semua barang kebutuhan pokok yang menggila telah membuat masyarakat berada dalam kesulitan berat. Saran kami, agar harga kebutuhan pokok tetap terjangkau oleh masyarakat, pemerintah harus memutus perantara antara produsen ke konsumen. Pemerintah harus mengambil peran distribusi sepenuhnya, sehingga tidak ada pihak yang mengambil keuntungan di tengah kesulitan masyarakat di masa pandemi ini." Kata guru besar Hauzah Ilmiah Qom ini. 

Dalam lanjutan pesannya, ia mengatakan, "Hari ini kewajiban utama pemerintah adalah berkhidmat untuk masyarakat." 

Pada bagian lain pembicaraannya, Ayatullah al-Uzhma Nuri Hamadani menyinggung kunjungan Benyamin Netanyahu Perdana Menteri Israel ke Bahrain dalam rangka meresmikan dibukanya kedutaan Israel di Bahrain. Ia menyebut terjalininnya hubungan diplomatik Zionis dengan Bahrain secara resmi sebagai hari berduka dunia Islam. Menurutnya Bahrain memiliki sejarah sebagai negaranya para ulama besar. "Dalam dunia Islam, tidak ada batas geografis wilayah, perjuangan rakyat dan ulama Islam di Bahrain harus tetap mendapat dukungan dan perlawanan mereka harus terus dilanjutkan, sebab Islam tidak membiarkan adanya kebungkaman dalam berhadapan dengan kezaliman." Tegasnya. 

Disebutkan, dari keterangan pers Juru bicara Kementerian Kesehatan Republik Islam Iran pertanggal 3 Desember 2020,  jumlah total kasus positif Corona di Iran telah mencapai 1.003.497 orang dengan total angka kematian di Iran akibat Corona mencapai 49.348 orang.

Sementara itu, jumlah penderita Corona di dunia mencapai sekitar 65 juta orang dan di antara jumlah tersebut sekitar 1.500.000 orang meninggal dunia serta lebih dari 45 juta orang sembuh.