Menurut Kantor Berita ABNA, ledakan besar yang terjadi di distrik al Karradah di pusat kota Bagdad menelan korban 170 orang meninggal serta 100 orang luka-luka.
Tempat ledakan berada di dekat husainiyah Abdul Rasul Ali dan sebuah pasar yang sangat ramai pada malam-malam ramadhan hingga waktu sahur. Mengingat kekuatan ledakan yang cukup besar di perkirakan jumlah korban akan bertambah.
Serangan di Karradah di lakukan dengan sebuah bom mobil yang menyebabkan bangunan-bangunan Mall di tempat ledakan terbakar selama kurang lebih setengah jam hingga mobil-mobil pemadam kebakaran yang di bantu masyarakat setempat berhasil menjinakkan kobaran api.
Pasar-pasar lokal/tradisional serta pusat-pusat perbelanjaan kota Bagdad pada malam-malam ramadhan sangat ramai di kunjungi masyarakat setelah berbuka puasa dan berkurangnya udara panas yang mencapai 50 derajat dan pada umumnya mereka bersantap malam dan sahur di restoran-restoran setempat.
Bersamaan dengan itu media-media lokal memberitakan pula terjadinya sedikitnya satu ledakan lainnya di jalan al Shahhah terletak di distrik al Shaab di wilayah utara Bagdad. Di sebutkan pula bahwa ledakan ini menelan korban 5 orang meninggal dan beberapa orang lainnya luka-luka.
Berdasarkan laporan ini, serangan teroris yang di perkirakan di lakukan dengan sebuah bom rakitan, terjadi di pasar tradisional al Shalal utara Bagdad.
Kelompok teroris Daesh(ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan teroris ini.
Serangan-serangan teroris kelompok takfiri ISIS di ibu kota Irak telah cukup berkurang beberapa lama ini.
ISIS dalam beberapa pekan terakhir menderita banyak kekalahan berat di provinsi al Anbar serta Mosul dan kota Falujah yang terletak sekitar 55 Km barat Bagdad yang mereka kuasai selama 30 bulan, minggu lalu telah lepas setelah melewati pertempuran selama sebulan.