10 Juni 2015 - 18:02
Konferensi Ulama Sunni-Syiah Berlangsung di Beirut

"Muqawama adalah jihad di jalan Allah, dan derajat yang paling tinggi dalam agama adalah jihad berhadapan dengan musuh umat, Israel, yaitu musuh yang menjadi dalang muslihat dalam agama Allah."

Menurut Kantor Berita ABNA, Konferensi Persatuan Ulama Muqawama Internasional berlangusng di  Beirut ibu kota Lebanon kehadiran sejumlah ulama dan cendekiawan muslim dari seluruh dunia. Diantara ulama besar yang hadir adalah Syaikh Mahir Hamoud, Presiden Majma' Taghrib Bainul Mazahib Ayatullah Mohsen Araki, Mufti Besar Suriah Syaikh Ahmad Badaruddin Hassoun, Wakil Sekjen Hizbullah Syaikh Naim Qassem, Presiden Majelis Syura Tertinggi Majma Taghrib Mazahib Islami Ayatullah Muhammad Ali Taskhiri dan ulama-ulama masyhur lainnya dari dua mazhab besar Islam, Syiah dan Sunni.

Syaikh Mahir Hamoud selaku Sekjen Persatuan Ulama Muqawama Dunia Islam dan tokoh Sunni tersohor di Lebanon berkata, "Kita datang ke ibukota perjuangan Muqawama, di Beirut dan berkumpul disini untuk membicarakan persoalan yang dihadapi dunia Islam saat ini. Enam bulan sebelumnya kita telah berkumpul dan memohon kepada Allah Swt agar umat Islam diselamatkan dari matapetaka kemunculan pemikiran Takfiri." Lebih lanjut ulama Sunni Lebanon tersebut mengatakan, "Muqawama adalah jihad di jalan Allah, dan derajat yang paling tinggi dalam agama adalah jihad berhadapan dengan musuh umat, Israel, yaitu musuh yang menjadi dalang muslihat dalam agama Allah." Di akhir ucapan beliau berkata, "Ulama Moqawama mempelopori jalan persatuan dalam menggerakkan umat dan menerangkan jalan yang lurus."

Sementara itu Syaikh Naim Qassim selaku Wakil Sekjen Hizbullah berkata, "Kita menyusuri jalan yang lurus dan persatuan umat, kita juga memaklumkan isu Palestina adalah wacana utama perjuangan Muqawama di kawasan ini. Ini disebabkan semua malapetaka yang menimpa umat Islam berasal dari musuh besar, yaitu Zionis." "Fitnah terkini dan kemunculan teroris yang berjubah Islam adalah rekayasa musuh, yaitu Zionis. Dalam memerangi fitnah ini maka langkah awal yang terlebih dahulu ditempuh adalah mencari tahu siapa dalang dibalik semua fitnah tersebut. Dari sini kita katakana, Israel bukan hanya memberikan bahaya dan kerugian bagi umat Islam, namun membahayakan semua komunitas di dunia. Dengan konspirasinya mereka berhasil ikut campur dalam urusan negeri sejumlah negara, dan mencapai tujuan mereka.” tambahnya.

Sementara itu Syaikh Ahmad Hassoun yang merupakan mufti besar Suriah menegaskan, perjuangan Muqawama perlu dilanjutkan di kawasan Timur Tengah itu. Ia berkata,  "Muqawama yang menyatukan barisan di dalam semua situasi sehingga dapat menunjukkan kepada dunia bagaimana kelompok kecil mampu mengatasi kelompok yang jauh lebih besar dan kuat. Muqawama menyingkirkan batasan teritorial antara Suriah dan Lebanon. Kerjasama tulus ikhlas di antara kedua-dua negara ini dapat diteguhkan fitnah apapun tidak akan melemahkan Muqawamah."

Sambil menjelaskan usaha kelompok sesat dan Takfiri dalam menciptakan wajah Islam yang buruk serta menyulut perselisihan mazhab, beliau berkata, "Apa yang terjadi di Yaman hari ini bukanlah perang antara Sunni dan Syiah. Bahkan perang di antara mereka yang menyerang Yaman atas kehendak hawa nafsu." Sementara itu, Ayatullah Mohsen Araki yang menjabat Sekjen Majma Taghrib Mazahib Islami berkata, "Umat Islam hari ini memerlukan perjanjian bersama dalam menghadapi fitnah besar yang menjadikan perpecahan umat sebagai sasaran. Oleh karena itu hendaklah pengalaman menjadi pelajaran bagi untuk mengambil sikap dan langkah kedepan." Sambil menceritakan tentang pencapaian Muqawama dalam menghadapi Zionis sehingga menyebabkan kekalahan besar bagi rezim itu, ia berkata, "Hari ini Muqawama lebih kuat dari sebelumnya, dan kekuatan ini ada di dalam perjuangan ulama, rakyat dan para pejuang dalam menghadapi kuasa angkuh global serta wakilnya, yaitu Israel."

Disebutkan konferensi persatuan ulama muqawamah kali ini adalah yang kedua kalinya. Setelah sebelumnya dalam konferensi yang sama, yang juga berlangsung di kota Beirut telah menghasilkan keputusan Syaikh Mahir sebagai ketuanya, dan memantapkan tujuan berdirinya organisasi antar ulama Sunni dan Syiah tersebut adalah untuk mewujudkan persatuan umat Islam dalam menghadapi musuh bersama, yaitu Amerika Serikat dan Israel.