6 Agustus 2023 - 19:50
Iran: Rekam Jejak Kelam, AS Tidak Bisa Jadi Pengusung Pelarangan Senjata Nuklir

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyinggung penggunaan bom atom oleh AS di Hiroshima dan Nagasaki dan dukungannya terhadap senjata nuklir rezim Zionis, dengan mengatakan, "Bisakan negara seperti itu menjadi pengusung larangan penyebaran senjata nuklir di dunia?"

Pada Minggu, 6 Agustus 1945  angkatan udara AS menjatuhkan bom atom di Hiroshima yang dilakukan selama Perang Dunia Kedua atas perintah Presiden Amerika Serikat, Harry Truman, dan tiga hari kemudian, pada bulan Agustus 9, bom atom lain digunakan di Nagasaki.

Sekitar 220.000 orang tewas akibat dua bom atom pasukan AS tersebut.

Setiap tahun pada tanggal 10 Agustus, digelar upacara untuk mengenang para korban bom atom yang diadakan di Taman Peringatan Perang Nagasaki. Pada akhir upacara, Perdana Menteri Jepang menekankan gerakan menuju dunia bebas senjata nuklir dengan membacakan sebuah resolusi.

Dalam hal ini, Nasser Kanani Chafi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran hari Minggu (6/8/2023) menyinggung peringatan bom atom Hiroshima dengan memposting foto-foto bom atom Jepang di akun Twitteenya dalam bahasa Inggris, dengan mengatakan, "Amerika adalah satu-satunya negara yang memiliki sejarah menggunakan bom atom sebagai senjata pemusnah massal. Dengan rekam jejak kelam ini dan menjadi pendukung rezim ilegal dengan gudang senjata nuklir terbesar, dapatkah pemerintah seperti itu menjadi pembawa standar larangan senjata nuklir di dunia!?"

"Klaim Amerika tentang program nuklir Iran adalah pengulangan kebohongan besar yang disengaja," ujar Kanani.

"Pengembangan senjata nuklir tidak memiliki tempat dalam doktrin militer Iran. Karena Iran, sebagai negara anggota IAEA yang memenuhi hak dan kewajibannya terhadap Perjanjian Pengamanan Komprehensif," tegasnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menekankan bahwa klaim tak berdasar tentang kegiatan nuklir damai Republik Islam Iran yang diluncurkan AS tidak akan membantu upayanya melegitimasi tindakan dan sanksi ilegal dan sepihak terhadap Republik Islam, dan Iran tidak akan pernah tunduk terhadap tekanan AS.(PH)