21 Oktober 2022 - 16:10
Gara-Gara Sukai Postingan Medsos Hizbullah, Arab Saudi Vonis Dokter Tunisia 15 Tahun Penjara

Pengadilan Arab Saudi menjatuhkan hukuman penjara selama 15 tahun kepada seorang dokter Tunisia yang telah tinggal di negara ini gara-gara memberikan simpati terhadap gerakan Hizbullah Lebanon.

Pemerintah Arab Saudi, terutama setelah putra mahkota negara ini, Mohammed bin Salman berkuasa, mengambil tindakan keras terhadap penulis dan aktivis sipil dengan melakukan tindakan represif, bahkan membunuh para ulama, dokter, pangeran, penulis, penyair, dan aktivis sipil dan agama dengan dalih subversif melawan negara.

Menurut situs Al-Mayadeen hari Jumat (21/19/2022), pengadilan di Arab Saudi menghukum Mahdia Al-Marzooqi, seorang dokter Tunisia berusia 51 tahun yang telah tinggal di Arab Saudi sejak 2008 selama 15 tahun penjara atas tuduhan menghina rezim Saudi dengan menyukai video pertemuan pendukung Hizbullah di ibu kota Tunisia.

Saudara dari dokter Tunisia ini mengatakan, "Interogasi terhadap Mahdia berlangsung setahun penuh, kemudian dia dijatuhi hukuman dua tahun 8 bulan penjara dan diskors selama satu tahun,".

Warga Tunisia ini meminta Presiden Tunisia Qais Saeed dan diplomat negaranya untuk berdialog dengan otoritas Saudi untuk pembebasan Mahdia Al Marzooqi. Daulat Saeed adalah sekutu Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

Selama beberapa tahun terakhir, pihak berwenang Saudi secara masif menangkap aktivis media sosial karena berkomentar secara online dan menjatuhkan hukuman berat terhadap mereka.(PH)

342/