Setelah semua jet tempur F-35 AS di Korea Selatan dihentikkan aktivitasnya pada bulan Mei karena berbagai masalah teknis dari kursi pilot hingga banyak kecelakaan terjadi yang dilaporkan di seluruh dunia, seorang pejabat Korea Selatan mengungkapkan kekecewaannya atas kinerja jet tempur yang dibanggakan AS ini.
Menurut Sputnik, Shin Won-sik, anggota partai yang berkuasa di Korea Selatan kepada kantor berita Yonhap hari Jumat (7/10/2022) mengatakan, "Jet tempur Amerika ini juga harus melakukan pendaratan darurat 172 kali, dan dalam 62 kasus karena masalah teknis, mereka tidak dapat menyelesaikan misi yang diberikan,".
Menurut pejabat Korea ini, tahun lalu pesawat tempur F-35 hanya mampu terbang rata-rata 12 hari. Pada paruh pertama tahun ini, hanya mampu menjalankan misinya selama 11 hari.
Korea Selatan telah membeli 40 jet tempur F-35 dari Lockheed Martin, AS, dan menyampaikan ketidakpuasan atas kinerja pesawat tempur tersebut.
Sebelumnya, pada bulan Juli, rezim Zionis Israel menangguhkan penerbangan pesawat tempur pelatihan F-35 karena cacat teknis.
Pada Januari lalu, Angkatan Laut AS mengumumkan tujuh prajurit Amerika terluka selama pendaratan pesawat tempur F-35 di kapal induk USS Carl Vinson di Laut Cina Selatan.(PH)
342/