8 Oktober 2022 - 01:57
Rakyat Revolusioner Iran selalu Membela Prinsip Islam dan Cita-Cita Revolusi

Dalam sebuah pernyataan tertulis, Ayatullah al-Uzhma Nouri Hamadani memuji semangat revolusioner rakyat Iran yang menghentikan petualangan AS dan rezim Zionis dalam menimbulkan kerusuhan di Iran dengan menyalagunakan kematian Mahsa Amini.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al-Uzhma Nouri Hamadani dari ulama marja taklid Syiah dalam sebuah pernyataan mengutuk penghinaan yang dilakukan kelompok perusuh terhadap hal-hal suci agama dalam aksi-aksi mereka yang mengatasnamakan dukungan kepada Mahsa Amini gadis Kurdistan yang diklaim meninggal akibat tindakan keras aparat sembari turut memuji semangat revolusioner rakyat Iran dan menekankan bahwa pihak berwenang harus mendengarkan tuntutan rakyat dan memecahkan masalah mereka.

Teks lengkap terjemahan pernyataan tertulis Ayatulllah al-Uzhma Nouri Hamadani adalah sebagai berikut:

Bismillahirrahmanirrahim

Sekali lagi, beberapa orang melakukan penghinaan terhadap Al-Qur'an, Ahlulbait dan situs-situs suci Islam dengan maksud memicu kemarahan masyarakat Islam Iran, dan ini hal yang sangat disesalkan.

Musuh harus tahu bahwa orang-orang mulia Islam Iran selalu dan menjadi pembela prinsip-prinsip sistem dan revolusi, dan mereka peka terhadap kesucian mereka, sehingga status orang-orang seperti itu menyimpang dari masyarakat Iran, sebab masyarakat Islam Iran yang revolusioner tidak pernah ingin merusak fasilitas publik, menghina kesucian simbol-simbol agama dan menciptakan rasa tidak aman.

Adalah perlu bagi para pihak pemerintah untuk mendengarkan tuntutan rakyat dan memecahkan masalah mereka, dan peka terhadap hak-hak mereka, dan mereka harus mempertimbangkan bahwa Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as menyebut diantara tiang agama adalah rakyat. Rakyatlah yang telah mengorbankan jiwanya dalam perjalanan menuju revolusi. Mereka telah menyerahkan harta benda mereka dan mereka masih berdiri di atas tujuan Imam dan revolusi, yang karena itu segala bentuk penghinaan terhadap hal-hal suci dan pelanggaran terhadap hak-hak rakyat harus dikutuk.

Nouri Hamadani

Disebutkan, Mahsa Amini gadis 22 tahun dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (16/9) setelah sebelumnya koma di rumah sakit di Tehran. Media secara massif memberitakan, Mahsa Amini tewas dalam penahanan kepolisian akibat mengalami serangan fisik setelah dianggap melanggar aturan berjilbab di Iran. Pihak kepolisian Tehran telah mengkonfirmasi bahwa gadis Kurdistan tersebut meninggal dunia karena serangan jantung dan tidak mendapatkan sentuhan fisik apapun dari kepolisian. Rekaman CCTV yang menunjukkan detik-detik Mahsa Amini tidak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit telah dipublis kepolisian Tehran sebagai bukti pembelaan mereka. 


Untuk menyelidiki kasus ini, Presiden Raisi telah membentuk tim khusus. Namun sementara tim khusus melakukan investigasi, sejumlah aksi demonstrasi telah pecah di Iran menuntut penghapusan aturan wajibnya berjilbab di Iran bahkan diantara demonstran melakukan penghinaan terhadap simbol negara dan agama seperti membakar poster Ayatullah Sayid Ali Khamanei, membakar bendera nasional Iran, membakar masjid dan mushaf Al-Qur’an.