Selama beberapa hari terakhir, kelompok rasis Zionis menuntut peningkatan kehadiran tentara Israel di Masjid Al-Aqsa menjelang malam perayaan Tahun Baru Yahudi.
Menurut Pusat Informasi Palestina, Harun Nasiruddin, Kepala Urusan Al-Quds Biro Politik Hamas hari Minggu (25/9/2022) mengatakan, "Bangsa Palestina tidak takut menghadapi rezim pendudukan Al-Quds, dan rezim Zionis tahu betul bahwa pemuda akan bangkit untuk mempertahankan Masjid Al-Aqsa,".
"Pedang perlawanan telah ditarik dari sarungnya dan itu tidak akan kembali sampai pengusiran total Zionis dari tanah Palestina," ujar Nasirullah.
"Masjid Al-Aqsa adalah garis merah, dan umat Islam dan Arab untuk turun ke jalan mendukung kiblat pertama umat Islam ini," tegasnya.
Masjid Al-Aqsa saat ini menghadapi serangan besar-besaran pemukim Zionis hampir setiap hari, yang memasuki masjid ini secara massal dan dengan dukungan militer Israel.
Dengan mengintensifkan serangan mereka di Masjid Al-Aqsa, rezim Zionis berusaha memberikan dasar untuk pembagian temporal dan spasial masjid ini.(PH)
342/