14 September 2022 - 03:10
Terimakasih atas Sambutan dan Pelayanan Warga Irak kepada para Peziarah Arbain

Perwakilan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar di Irak, dalam pesan video atas nama dirinya dan Rahbar, menyampaikan terima kasihnya kepada para peziarah Irak yang telah memberikan pelayanan dan menyumbangkan harta mereka dalam rangka menyukseskan peringatan Arbain.

Menurut Kantor Berita ABNA, Perwakilan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar di Irak, dalam pesan video atas nama dirinya dan Rahbar, menyampaikan terima kasihnya kepada para peziarah Irak yang telah memberikan pelayanan dan menyumbangkan harta mereka dalam rangka menyukseskan peringatan Arbain. 

Ayatullah Sayyid Mojtabi Hosseini mengatakan dalam pesan videonya, “Jalan dan kecintaan pada Imam Husain as adalah simbol persatuan umat Islam. Orang-orang dari berbagai negara, mazhab dan agama berpartisipasi dan turut terlibat dalam prosesi Arbain, dan ini menunjukkan bahwa jalan ini membimbing kita semua menuju persatuan Islam dan kemanusiaan.”

Ayatullah Hosseini lebih lanjut menyebut prosesi Arbain sebagai mukjizat zaman ini dengan mengatakan, “Prosesi Arbain adalah simbol martabat, kepedulian, kedermawanan, dan persaudaraan. Kita dapat melihat dengan mata kepala sendiri bahwa tidak ada yang saling membedakan. Semua dilayani tanpa ada diskriminasi atas nama apapun. Prosesi Arbain adalah cara menyenangkan dan menolong Ahlulbait as yang akan memiliki buah spiritual bagi para peziarah.”

Perwakilan dari Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran di Irak melanjutkan, “Prosesi Arbain adalah jalannya Sayidah Zainab, Imam Sajjad dan Ahlulbait as. Dengan cara ini, mereka mengumumkan kepada semua orang mengenai martabat dan kehormatan Islam, dan ketidakabsahan kepalsuan dan pengkhianatan para pengkhianat dan rezim palsu yang mengatasnamakan Islam.”

Menunjukkan bahwa gerakan Imam Husain as tidak berakhir, tetapi merupakan jalan yang tidak memiliki akhir, ia menambahkan, “Sebagai pengikut Sayidah Zainab sa dan Imam Sajjad as, jalan dan gerakan dan misi kita harus mengikuti dan berada pada jalan mereka. Jalan mereka adalah tawalli dan tabarri, yaitu kita tahu kepada siapa kita memberi loyalitas, dan kepada siapa kita berlepas diri; Tawalli berarti mencintai mereka para maksumin dan mereka yang mengatakan tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Tawalli kepada mereka yang mencari martabat manusia dan kemanusiaan. Di samping itu kita juga harus menjalankan prinsip Tabarri. Yaitu berlepas diri dari Firaun dan Yazid zaman ini, yaitu Amerika Serikat dan rezim Zionis. Oleh karena itu, gerakan kita ke arah ini adalah bersama Imam Husain, Sayidah  Zainab dan Imam Zainal Abidin as.”

Ayatollah Hosseini mengatakan tentang hasil revolusi Asyura, “Imam Sajjad dan Sayidah Zainab sa mengubah prediksi dan perkiraan musuh. Pihak musuh menganggap bahwa dengan terbunuhnya Imam Husain as mereka telah meraih kemenangan sepenuhnya. Namun ternyata, melalui khutbah-khutbah dan orasi-orasi Imam Sajjad dan Sayidah Zainab sepanjang perjalanan mereka, membuat rezim Yazid bungkam ketika melihat kenyataan, umat ternyata berpihak kepada Ahlulbait dan memberikan simpatiknya kepada mereka. Orang-orang Kufah akhirnya menyadari bahwa mereka telah melanggar kesetiaan mereka dan mengkhianati Ahlulbait as. Karena itu, mereka malu, menyesal dan menangis; Melalui hoax yang diproduksi massif Bani Umayyah, Penduduk Syam awalnya tidak mengenal Ahlulbait as dan berpikir bahwa Imam Husain as tidak beragama dan Imam Ali as tidak shalat! Situasi kemudian berubah sedemikian rupa sehingga Yazid pun harus menunjukkan kedukaan dan berkabung di istananya atas terjadinya tragedi Karbal, dan suasana berubah di Suriah.”

“Darah Imam Husain as dan para sahabatnya yang setia tersebar di seluruh dunia dan negara-negara Islam; Terutama pada masa Arbain di Irak dan di kota Karbala dan Najaf dan di mana pun hati orang tertarik pada Sayyidusy Syuhada, semangat Hussaini telah tercipta melintasi tempat dan zaman dan tidak ada yang bisa membendung.” Tambahnya. 

Di penghujung penyampaiannya, perwakilan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran di Irak sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Irak dan para iring-iringan yang telah menyambut para peziarah, terutama dari Iran yang telah menembus jutaan orang yang telah memasuki Irak. 

Disebutkan tahun ini, Hari Arbain jatuh pada Sabtu (17/9) dan saat ini jutaan peziarah domestik dan asing telah berangkat menuju Karbala. Hari Arbain adalah salah satu hari peringatan dalam Islam untuk memperingati 40 hari syahidnya Imam Husain as di Karbala. Peringatan Arbain diwarnai dengan tradisi berjalan kaki dari Najaf ke Karbala untuk menziarahi makam Imam Husain as. Warga Irak sendiri mentradisikan berjalan kaki mulai dari kampung halaman mereka meski dengan jarak ratusan kilometer untuk mencapai kota Karbala.