13 September 2022 - 05:56
Jumlah Peziarah Membludak, Pemerintah Iran Ingatkan Warganya untuk Persingkat Waktu Ziarah

“Kami meminta para peziarah yang terhormat yang berasal dari Iran, karena panas yang tinggi, kekurangan air dan kurangnya infrastruktur yang memadai, untuk mengatur perjalanan mereka dalam berpartisipasi pada prosesi Arbain Husaini dan untuk mempersingkat masa tinggal mereka di Karbala dan Najaf agar peziarah yang lain dari Iran juga bisa memasuki Irak dan Karbala. "

Menurut Kantor Berita ABNA, saluran Telegram Sabrin News, mengutip sumber yang dapat dipercaya melaporkan bahwa jumlah peziarah yang telah memasuki Provinsi Karbala selama prosesi peringatan Abain mencapai sekitar 20 juta orang. Peringatan Arbain tahun ini kembali terlaksana setelah 2 tahun pembatasan karena pandemi, sehingga para peziarah yang merindukan suasana Arbain sangat antusias. Jutaan peziarah baik lokal maupun mancanegara memasuki Karbala melalui banyak rute yang berbeda.

Sebelumnya, Duta Besar Republik Islam Iran di Irak, Mohammad Kazem Al-Sadegh, meminta para peziarah Iran untuk mengatur perjalanan mereka dan mempersingkat masa tinggal mereka di Karbala dan Najaf demi memberi kesempatan peziarah lain untuk memasuki Irak khususnya Najaf dan Karbala. 

Al-Sadegh menambahkan, “Kami meminta para peziarah yang terhormat yang berasal dari Iran, karena panas yang tinggi, kekurangan air dan kurangnya infrastruktur yang memadai, untuk mengatur perjalanan mereka dalam berpartisipasi pada prosesi Arbain Husaini dan untuk mempersingkat masa tinggal mereka di Karbala dan Najaf agar peziarah yang lain dari Iran juga bisa memasuki Irak dan Karbala. "

Disebutkan selain memasuki Irak melalui udara, perbatasan Shalamcheh, Chazabah, Khosravi, Mehran, Bashmaq, dan Tamrchin adalah salah satu penyeberangan bagi peziarah Arbain Husaini tahun ini.Menurut perkiraan, lima juta peziarah akan melakukan perjalanan ke Karbala dari rute ini tahun ini, tetapi karena banyaknya jumlah peziarah dan kurangnya infrastruktur di wilayah perbatasan sehingga sejumlah perbatasan sempat ditutup dan dan visa khusus Arbain tidak dikeluarkan.

Disebutkan tahun ini, Hari Arbain jatuh pada Sabtu (17/9) dan saat ini jutaan peziarah domestik dan asing telah berangkat menuju Karbala. Hari Arbain adalah salah satu hari peringatan dalam Islam untuk memperingati 40 hari syahidnya Imam Husain as di Karbala. Peringatan Arbain diwarnai dengan tradisi berjalan kaki dari Najaf ke Karbala untuk menziarahi makam Imam Husain as. Warga Irak sendiri mentradisikan berjalan kaki mulai dari kampung halaman mereka meski dengan jarak ratusan kilometer untuk mencapai kota Karbala.