Menurut Kantor Berita ABNA, Michael Hudson, profesor ekonomi di Universitas Missouri-Kansas City dalam wawancara dengan Xinhua baru-baru ini mengatakan, Pengetatan moneter yang sedang diterapkan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), serta lonjakan harga minyak dan pangan berpotensi menjerumuskan negara-negara dunia ketiga ke dalam kebangkrutan dan mendorong mereka untuk menjual aset-aset publik kepada investor Amerika.
Neraca pembayaran negara-negara Afrika dan Amerika Latin akan mengalami defisit karena adanya arus kas keluar investasi, serta harga minyak, pangan, dan utang luar negeri yang lebih tinggi, kata
The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin pada Rabu (4/5) menyusul kenaikan awal sebesar 25 basis poin pada pertengahan Maret, saat putaran pengetatan moneter terbaru dimulai.
Negara-negara berkembang yang menderita akibat memburuknya neraca pembayaran dapat dipaksa untuk menjual aset-aset mereka di domain publik, guna memperoleh pinjaman dari Dana Moneter Internasional.
Hudson menilai AS menggunakan kebijakan moneternya melalui The Fed untuk membuat negara-negara dunia ketiga bangkrut.(PH)
342/