10 April 2022 - 22:32
Ulama Syiah Afghanistan Kecam Aksi Terorisme di Masyhad Iran

Ketua Syura Ulama Syiah Afghanistan melalui sebuah rekaman video mengucapkan keprihatinan dan belasungkawa atas insiden terbunuhnya dua rohaniwan Iran pada aksi terorisme di Haram Imam Ridha as.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ketua Syura Ulama Syiah Afghanistan melalui sebuah rekaman video mengucapkan keprihatinan dan belasungkawa atas insiden terbunuhnya dua rohaniwan Iran pada aksi terorisme di Haram Imam Ridha as. 

Ayatullah Shalihi Mudarres berkata, “Musuh-musuh Islam menargetkan persatuan dan persaudaraan umat Islam untuk mereka hancurkan. Karena itu umat Islam harus cerdas dan waspada agar aksi terorisme tersebut tidak berpengaruh pada persatuan umat Islam.”

Ulama Afghanistan yang merupakan anggota Lembaga Internasional  Ahlulbait as ini lebih lanjut menekankan, “Dunia Islam mengutuk insiden penikaman tersebut. Setiap aksi terorisme yang mengatasnamakan Islam yang terjadi di belahan dunia manapun harus dikutuk dan dikecam sekeras-kerasnya. Tidak hanya yang terjadi di dalam kompleks suci Haram Imam Ridha as di kota Masyhad Republik Islam Iran namun juga yang baru-baru ini terjadi di Masjid Kabul di Afghanistan. Untuk para korban jiwa dari semua insiden yang menyakitkan tersebut kita berharap agar ruh-ruh suci mereka mendapatkan derajat yang tinggi di sisi Allah dan kepada korban luka-luka agar segera mendapatkan kesembuhan.

Ayatullah Shalihi Mudarres pada bagian lain penyampaiannya memesankan agar fenomena takfirisme dan terorisme berkedok Islam tidak disepelekan oleh umat Islam. Ia menyebut generasi muda Islam harus mendapatkan pendidikan dan bimbingan Islam yang benar. Menurunya teroris takfiri telah dilatih dan dipilih sedemikian rupa sehingga mereka tidak menganut agama atau bangsa apa pun dan tidak mengenal batas dan rasa hormat. 

Pada bagian akhir penyampaiannya, Ayatullah Mudarres menyerukan kepada otoritas terkait, media yang berkomitmen, dan aktivis media sosial Muslim untuk berurusan dengan hati-hati dengan konspirasi ini dan menggagalkan konspirasi musuh.

Disebutkan sekitar pukul 14.00 waktu setempat pada Selasa (5/4) tiga rohaniwan Islam mendapat serangan bersenjata tajam di pelataran Kompleks Makam Imam Ridha as di kota Masyhad Republik Islam Iran.

Ketiga rohaniwan tersebut adalah Mohammad Aslani, Mohsen Pakdaman dan Mohammad Sadegh Daraei. Ketiganya adalah warga Masyhad dan mendapat tikaman senjata tajam dari pelaku yang dikonfirmasi berkewarganegaraan Afghanistan. Mohammad Aslani dan Mogammad Sadegh Daraei disebutkan meninggal dunia dari insiden tersebut sementara Mohsen Pakdaman sampai saat ini masih menjalani proses penyembuhan. 

Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi dalam sebuah pesan menanggapi insiden penusukan di kompleks makam Imam Ridha hari Rabu (6/4) dengan mengatakan, "Kejadian kemarin di kompleks suci Imam Ali bin Musa al-Ridha yang merupakan pelindung semua manusia bebas di dunia, terlepas dari agama apa pun, melukai hati saya dan semua pecinta Imam penyayang ini,".

"Pastinya, kejadian getir yang dilakukan oleh salah satu elemen sesat dan dipengaruhi oleh antek Amerika ini akan semakin mempererat persatuan dan solidaritas semua orang yang mencintai Islam dan Iran, sekaligus akan membongkar  arus menyimpang," ujar Raisi.

Presiden Republik Islam Iran menginstruksikan kementerian Intelijen, dengan kerja sama semua lembaga yang kompeten, untuk segera mengidentifikasi dan menuntut semua pihak yang terlibat dalam insiden kemarin di Masyhad, dan menginformasikan hasilnya kepada publik.