Menurut Kantor Berita ABNA, pada saat yang sama dengan agresi koalisi Arab-Barat-Israel yang semakin intensif dalam menyerang rakyat Yaman yang tertindas, Konferensi Internasional "Analisa Dimensi Agresi di Yaman" terselenggara pada Sabtu (5/2) oleh Lembaga Internasional Ahlulbait as bekerjasama dengan sejumlah lembaga terkait. Konferensi yang dihadiri ulama, cendekiawan dan aktivis dari sejumlah negara tersebut berlangsung secara virtual.
Berbicara pada konferensi tersebut, jurnalis Bahrain Sands al-Assad menggambarkan penguasa Saudi memiliki permusuhan lama dengan rakyat Yaman. "Mereka tidak dapat menghadapi perlawanan politik dan sosial rakyat Yaman sehingga mereka harus menggunakan kekuatan senjata unyuk memaksakan kehendak mereka." Ungkapnya.
Wartawan Bahrain tersebut memuji jihadis dan perlawanan dinamis rakyat Yaman terhadap tindakan brutal dan tidak manusiawi Arab Saudi. Dia mengatakan, "Yaman dan gerakan yang telah dibuat dan pihak-pihak yang ada di dalamnya, semua sebagai kekuatan dan gerakan kebangkitan yang muncul dari Islam. Cita-cita mereka menjaga kedaulatan dan mempertahankan kemerdekaan sehingga dengan itu mereka memlilih melawan daripada tunduk oleh dominasi."
Dia melanjutkan, "Hanya Arab Saudi yang mengakui kepemimpinan yang tidak menghormati rakyatnya sendiri dan hegemoni kawasan terancam oleh tindakan strategis beberapa negara."
Berbicara tentang rezim Zionis dan niat mereka untuk mengendalikan urusan sosial dan politik Yaman, Sands al-Assad mengatakan, "Mereka tidak berpikir bahwa apa yang ingin mereka lakukan tidak akan pernah tercapai; Bahkan tindakan jahat yang dilakukan terhadap identitas agama orang Yaman tidak dapat diterima oleh orang Yaman mana pun, dan kita semua harus ingat bahwa rezim Saudi diilhami oleh ideologi Takfiri dan semua pemerintah Barat tahu bahwa orang Yaman bukanlah rakyat kecil. Mereka memiliki persatuan nasional yang sulit diruntuhkan."
Jurnalis Bahrain ini lebih lanjut menggambarkan Yaman sebagai kiblat moral umat Islam hari ini. Dia berkata, "Para pemimpin Yaman saat ini disetujui oleh rakyat negara ini dan di masa depan kepemimpinan ini akan tetap dan tidak akan digantikan oleh Arab Saudi."
Dia menggambarkan perlawanan rakyat Yaman terinspirasi dari Revolusi Islam Iran yang mulia. Sands al-Assad berkata: "Apa yang terjadi di Iran dan keadilan sosial berdiri melawan imperialisme dan Zionisme, Iran adalah penemu sistem agama baru yang berbagi ideologi dan keadilan ini dengan negara."
Al-Assad menambahkan, "Negara-negara Barat harus tahu bahwa negara-negara tertindas ini akan mempertahankan aliansi mereka dengan Iran dan akan melawan musuh-musuh mereka dan pelanggaran mereka, dan aliansi dan perlawanan ini semuanya menunjukkan kekuatan berdasarkan ajaran Islam. Semua orang tahu itu tangan Tuhan dan dukungan penuh dari Tuhan akan mendukung mereka."
Wartawan Bahrain meyakinkan, "Arab Saudi akan menjadi semakin terisolasi dan akan ada rasa jijik antara perlawanan dan Arab Saudi untuk lebih melawan pelanggaran ini dan pandangan bahwa jika mereka tidak melawan, negara-negara yang bersalah ini akan memberi lebih banyak tekanan pada mereka. "
Disebutkan Arab Saudi beserta negara-negara koalisinya telah menginvasi Yaman sejak tahun 2015. Agresi yang didukung Amerika Serikat dan negara-negara Barat tersebut telah menelan korban ratusan ribu jiwa dari rakyat sipil Yaman dan juga kerusakan yang ditimbulkannya membuat jutaan rakyat Yaman mengalami ancaman kematian.