4 Maret 2022 - 17:45
Yaman Butuh Bantuan Negara-Negara islam

Yaman Butuh Bantuan Negara-Negara islam

Menurut Kantor Berita ABNA, pada saat yang sama dengan agresi koalisi Arab-Barat-Israel yang semakin intensif dalam menyerang rakyat Yaman yang tertindas, Konferensi Internasional "Analisa Dimensi Agresi di Yaman" terselenggara pada  Sabtu (5/2) oleh Lembaga Internasional Ahlulbait as bekerjasama dengan sejumlah lembaga terkait. Konferensi yang dihadiri ulama, cendekiawan dan aktivis dari sejumlah negara tersebut berlangsung secara virtual.

Berbicara pada konferensi tersebut, Tamal Kara Mullah Oglu, Sekretaris Jenderal Partai Kemakmuran Turki, merujuk pada hubungan yang tidak menguntungkan antara negara-negara Islam dalam beberapa tahun terakhir dan mengatakan, "Terutama dalam kasus Yaman, orang tidak dapat menganalisis masalah ini secara sederhana. Banyak kepentingan yang bermain dan harus dipandang dengan sudut pandang yang global."

Sekretaris Jenderal Partai Kemakmuran Turki tersebut lebih lanjut berbicara tentang pembunuhan ribuan orang Yaman dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengatakan, "Orang-orang Yaman saat ini dalam kesusahan dan kelaparan dan situasi di Yaman sangat buruk sehingga mereka bahkan tidak dapat mengakses fasilitas kesehatan secara memadai; Semua peristiwa ini berlangsung di antara negara-negara tetangganya yang semuanya adalah negara muslim. Tentu ini menjadi sangat menyedihkan."

Lebih lanjut politisi Turki ini menggambarkan konflik itu sebagai tindakan egois demi mementingkan ambisi kekuasaan. Dia menambahkan,  "Konflik ini menyebabkan jutaan orang menderita dan tidak memiliki kehidupan yang baik. Terlepas dari semua perselisihan ini, konflik yang muncul menyebabkan kerugian jutaan dolar dari cadangan negara-negara Islam; Untuk mengakhiri konflik ini, para tetua dari negara-negara ini harus memutuskan dengan akal sehat mereka dan bukan dengan kepentingan mereka sendiri."

Tamal Kara Mullah Oglu menyatakan bahwa tujuan terpenting persatuan Islam antara negara-negara Islam adalah untuk menghilangkan konflik dan tindakan ini dan menyatakan penyesalannya. "Kami melihat bahwa persatuan Islam ini tidak ada dan setiap negara mencari kepentingan dan keuntungannya sendiri." Sesalnya.

Sekretaris Jenderal Partai Kemakmuran Turki ini menyimpulkan, “Ketika tidak ada persatuan, itu akan merugikan negara-negara Islam dan mengambil gerakan maju ini dari negara-negara Islam, dan tidak adanya persatuan ini dapat menghancurkan infrastruktur negara-negara Islam dan saksikan keterbelakangan di antara negara-negara Islam."

Lebih lanjut dia menyesalkan bahwa miliaran dolar yang harus dihabiskan untuk membangun negara-negara Islam dihabiskan untuk konflik-konflik ini, dengan mengatakan, "Perang-perang ini membuat proyek-proyek pembangunan di negara-negara Islam menjadi terhambat dan merampas kehidupan yang layak bagi orang-orang."

Tamal Kara Mullah Oglu berharap negara-negara Islam bersatu sesegera mungkin dan mengakhiri konflik ini. Menurutnya tidak ada solusi lain selain persatuan negara-negara Islam dan berakhirnya konflik di kawasan.

Sekretaris Jenderal Partai Kemakmuran Turki menyarankan, "Negara-negara Islam lainnya harus melakukan tugas mereka, dan terutama memasuki konflik di Yaman, dan kita akan melihat akhir dari konflik ini."

Disebutkan Arab Saudi beserta negara-negara koalisinya telah menginvasi Yaman sejak tahun 2015. Agresi yang didukung Amerika Serikat dan negara-negara Barat tersebut telah menelan korban ratusan ribu jiwa dari rakyat sipil Yaman dan juga kerusakan yang ditimbulkannya membuat jutaan rakyat Yaman mengalami ancaman kematian.