Menurut Kantor Berita ABNA, wafatnya ulama kharismatik Kenya Syaikh Abdullahi Nasser Juma membawa kedukaan dan kehilangan besar bagi umat Islam khususnya umat Islam Syiah. Dalam hal ini, Forum Internasional Ahlulbait as dalam pesan tertulis menyampaikan belasungkawa.
Teks pesan tersebut adalah sebagai berikut:
Bismillahirrahmanirrahim
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun
Wafatnya yang mulia Syaikh Abdullahi Nasser Juma salah seorang pemikir besar dan ulama Syiah yang memainkan peran penting dalam penyebaran Syiah di Kenya telah menyebabkan kesedihan dan kedukaan buat semua.
Almarhum adalah salah satu anggota utama Majelis Umum Forum Internasional Ahlulbait as dan selama hidupnya yang diberkati, melalui penulisan banyak buku, ia memainkan peran abadi dalam penyebaran ajaran Ahlulbait as dan mendidik sejumlah besar umat di Kenya dan negara-negara tetangga di Benua Afrika.
Dengan musibah ini, Forum Internasional Ahlulbait as menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang terhormat dan semua murid dan handai taulan terutama dari kalangan komunitas muslim Syiah Kenya dan umat Islam secara umum.
Forum Internasional Ahlulbait as
11 Januari 2022
Disebutkan Syaikh Abdullahi Juma Nasser meninggal dunia pada usia 90 tahun, Senin (10/1) . Berikut adalah biografi singkat beliau:
Abdullahi Juma Nasser lahir pada tahun 1932 di Mombasa, Kenya. Setelah menyelesaikan pendidikan di bidang agama, ia mengajar dan bekerja sebagai pendakwah dan pengajar untuk memberikan ilmu keislaman.
Syaikh Abdullahi Nasser sebelumnya adalah salah seorang pengkhotbah dan ulama Sunni yang paling berpengaruh di Mombasa. Pada tahun 1975 ia menyatakan secara terbuka mengikuti mazhab Syiah Itsna Asyariah. Dalam sebuah wawancara tentang alasan berpindah ke mazhab Syiah, ia berkata, "Saya berkenalan dengan keutamaan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as setelah mendalami dan mempelajari literatur-literatur penting Syiah dan mengkaji tulisan-tulisan ulama-ulama kontemporer Syiah. Kemudian dari tahkik dan pembacaan tersebut secara bertahap saya merasa bahwa Ali bin Abi Thalib as memiliki kedudukan yang harusnya sangat istimewa tidak hanya sekedar sahabat Nabi Muhammad saw, karena ia adalah sosok terbaik setelah Rasullah saw. Beberapa waktu kemudian, saya mengkaji buku Al-Ghadir karya Allamah Amini. Jilid pertama yang saya baca, saya menyadari legitimasi dan keabsahan Syiah. Kemudian saya pergi bergabung kekomunitas Syiah dan mempelajari Syiah langsung dari mereka. Setelah merasa mantap kebenaran ada pada Syiah, saya akhirnya menjadi seorang Syiah."
Setelah mendakwahkan diri sebagai ulama Syiah, Syaikh Abdullahi Nasser memainkan peran yang sangat penting dalam membimbing warga Kenya dan sejumlah negara-negara Afrika lainnya untuk meyakini mazhab Syiah.
Ulama terkemuka ini juga telah mengadakan banyak dialog dengan ulama Wahhabi di Kenya selama beberapa dekade terakhir, dengan pengetahuannya yang luas tentang sejarah Islam dan prinsip-prinsip akidah Syiah.
Cendekiawan agama ini telah menulis buku-buku berharga tentang akidah Syiah. Buku "Syiah dan Taqiyah" adalah salah satu karyanya dalam bahasa Swahili. Buku ini sebagai tanggapan atas sebuah buku yang diterbitkan empat puluh tahun lalu oleh Moheb al-Din Khatib berjudul "Garis Umum" dalam bahasa Arab dan 10 tahun lalu berjudul "Akar Agama Syi'ah" dalam bahasa Swahili, yang menimbulkan persepsi negatif di kalangan Muslim di Afrika terhadap Syiah.
Dalam buku ini, almarhum Abdullahi Nasser membahas konsep Taqiyah dari sudut pandang Syiah. Dalam pengantar bukunya, ia menulis, "Mengingat kecurigaan yang muncul tentang masalah taqiyah di Afrika, saya menganggap perlu untuk menyiapkan buku ini dan membuatnya tersedia untuk umum untuk menghilangkan prasangka yang muncul di tengah-tengah masyarakat dan menyadarakn mereka mengenai hakikat taqiyah yang sebenarnya."
Judul-judul dari empat jilid kitab "Syiah dan Taqiyah" adalah:
1- Apa itu taqiyah?
2- Masalah Syiah pada masa Bani Umayyah dan Bani Abbas;
3- Taqiyah menurut Sunni;
4- Taqiyah dari sudut pandang Syiah.
Rangkaian ceramah Syaikh Abdullahi Nasser dalam bentuk kaset dan file audio dan video masih beredar di kalangan umat Islam negeri Kenya, khususnya di kawasan Samudera Hindia. Ceramah-ceramah tersebut menjadi salah satu faktor pendorong bagi penduduk asli Afrika untuk mengenal dan mengikuti mazhab Ahlulbait as.
Selama tahun-tahun ini, Wahabi dan pusat-pusat afiliasi mereka melakukan banyak aktivitas menentangnya dan mencoba menjauhkannya dari Syiah melalui penyuapan dan ancaman, tetapi mereka tidak berhasil.
Almarhum Abdullahi Nasser pernah menjadi wakil rakyat Mombasa di parlemen dan sangat populer di kalangan rakyat. Ia juga menjabat sebagai anggota Majelis Umum Forum Internasional Ahlulbait as yang menghimpun ratusan cendekiawan muslim Syiah di seluruh dunia.
Akhirnya, setelah seumur hidup mencari dan mempromosikan ajaran Al-Qur'an dan Ahlulbait as, ia menghembusnya nafas terakhir pada Senin, 10 Januari 2022. Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Ganjuni di Mombasa Kenya. Secara khusus Forum Internasional Ahlulbait as merilis ucapan duka atas kepergiannya.