Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA ,Syeikh Kazem al-Fartusi, seperti dilaporkan televisi Alahed, mengatakan pada Sabtu (2/1/2022) malam bahwa penarikan pasukan AS merupakan tuntutan rakyat Irak.
"Sayangnya, pemerintah justru menjadi penengah antara bangsa dan penjajah. AS belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang penarikan dari Irak untuk meyakinkan semua orang," ujarnya.
Syeikh al-Fartusi menegaskan kami tidak akan tertipu dengan perubahan istilah dan sebutan.
Sebelum ini, Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Jenderal Kenneth F. McKenzie mengatakan Washington akan mempertahankan 2.500 tentaranya di Irak, meskipun ada pengumuman resmi tentang berakhirnya misi tempur pasukan asing.
Rakyat dan kelompok-kelompok Irak menuntut penarikan pasukan AS dari negara mereka. Parlemen Irak telah menyetujui sebuah resolusi yang memerintahkan penarikan pasukan asing. (RM)
342/