Menurut Kantor Berita ABNA, sumber media setempat di Irak melaporkan terjadinya kebakaran di sebuah rumah sakit untuk pasien Corona di provinsi Dhi Qar di Irak selatan pada malam Selasa (12/7). Menurut laporan tersebut, kebakaran terjadi di bangsal karantina pasien Corona di Rumah Sakit Imam Husain as di kota Al-Nasiriyah di provinsi Dhi Qar Irak.
Menurut sumber resmi, api telah menewaskan 60 orang sejauh ini, tetapi karena keparahan api, jumlah korban tewas kemungkinan akan meningkat menjadi lebih dari 90 orang. Lima staf rumah sakit, dua perawat, tiga wanita dan staf Kementerian Dalam Negeri Irak (mungkin penjaga keamanan rumah sakit) termasuk di antara korban kebakaran.
Puluhan orang juga terluka dalam kebakaran yang terjadi di Rumah Sakit Imam Husain as di Al-Nasiriyah tersebut. Dinas Kesehatan Provinsi Dhi Qar menyatakan bahwa penyebab kebakaran adalah kurangnya perawatan kapsul oksigen yang tepat.
Seorang direktur departemen kesehatan di provinsi Dhi Qar Irak mengatakan api di Rumah Sakit Imam Husain telah dipadamkan dan operasi pencarian sedang dilakukan untuk menemukan para korban. Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi melakukan perjalanan ke kota selatan Dhi Qar, ibu kota provinsi Dhi Qar, untuk mempelajari situasi terbaru di Rumah Sakit Imam Husain.
Kebakaran di Rumah Sakit Imam Husain di provinsi Dhi Qar adalah kebakaran rumah sakit kedua dalam beberapa jam di Irak. Sekitar 12 jam yang lalu, gedung Kementerian Kesehatan Irak dievakuasi setelah kebakaran hebat. Kebakaran terjadi di lantai empat kantor khusus administrasi dan keuangan dan menghanguskan semua dokumen.
Pada 24 April 2021 kebakaran hebat juga pernah terjadi di Rumah Sakit Ibn al-Khatib untuk perawatan pasien Corona di ibukota Irak, Baghdad. Insiden kebakaran tersebut menewaskan 110 orang.