Menurut Kantor Berita ABNA, Seperti dilansir Reuters, Jumat 2 Juli 2021, ini adalah pertama kali bahwa AS telah memasukkan sekutunya di NATO dalam daftar negara yang melibatkan anak-anak dalam perang.
Washington meminta Ankara untuk menghentikan dukungan operasional, logistik, dan keuangan kepada kelompok-kelompok bersenjata di Suriah yang merekrut tentara anak-anak.
Sementara itu, pemerintah Turki menolak keputusan AS dan menyebut langkah itu munafik.
“Sebuah contoh nyata dari kemunafikan dan standar ganda ketika AS secara terbuka membantu dan memberikan senjata kepada PKK dan YPG yang merekrut anak-anak secara paksa,” kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki. (RM)
342/