Menurut Kantor Berita ABNA, Masjedi dalam wawancara dengan televisi al-Alam, Sabtu (5/12/2020) mengatakan Brigjen Qaani bertemu dengan Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi, Presiden Barham Salih, dan beberapa petinggi lain Irak.
“Tehran tidak ikut campur dalam urusan internal partai-partai dan fraksi di Irak, tetapi mereka lebih tertarik untuk berkonsultasi dengan Iran,” ujarnya.
Masjedi menjelaskan bahwa langkah-langkah Iran di Irak bertujuan untuk memperkuat pemerintah Baghdad dan mendorong faksi-faksi politik di negara itu untuk bersatu.
Berbicara tentang ancaman Amerika Serikat terhadap kelompok perlawanan di Irak, dia menegaskan jika Washington bertindak melawan kelompok perlawanan, mereka pasti akan membalasnya.
“Semua faksi, partai politik, dan kelompok perlawanan menikmati hubungan baik dengan Iran,” pungkasnya.
342/