22 Oktober 2020 - 09:46
Tantangan Penanganan Virus Corona di Iran

Gubernur Bank Sentral Iran (CBI), Abdolnasser Hemmati meminta Dana Moneter Internasional (IMF) memberikan pinjaman darurat kepada Iran untuk memerangi wabah virus Corona.

Menurut Kantor Berita ABNA, IMF diharapkan segera menanggapi permintaan Iran tanpa diskriminasi dan tanpa dipengaruhi oleh lobi politik atau tekanan dari negara lain termasuk Amerika Serikat," kata Hemmati saat berpidato di depan gubernur bank sentral negara-negara anggota Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) melalui konferensi video, Rabu (21/10/2020).

"Iran mampu mengambil tindakan yang tepat dalam memerangi virus Corona dengan mengandalkan sumber keuangan yang sah, tetapi sanksi ilegal AS telah menghalangi akses Iran ke sumber pendapatan devisanya di luar negeri,” tambahnya.

Iran telah mengajukan pinjaman kepada IMF untuk mengatasi wabah virus Corona, tetapi hal ini ditentang oleh AS dan nama Iran akhirnya dihapus dari daftar calon penerima pinjaman. Delapan bulan setelah mewabahnya virus Corona, IMF belum memberikan respons positif kepada Iran.

AS mengintensifkan sanksi ekonomi terhadap rakyat Iran di tengah perjuangan berat melawan wabah Covid-19, dan bahkan mencegah impor obat-obatan dan pencairan pendapatan devisa Iran di beberapa negara.

Aksi AS ini merupakan bentuk lain dari pendekatan buruk unilateralisme yang secara langsung menargetkan kehidupan dan kesehatan rakyat Iran. Tindakan AS adalah pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia.

342/