Menurut Kantor Berita ABNA, Hizbullah dan Gerakan Amal dalam sebuah pernyataan bersama pada Selasa (13/10/2020) malam, menyatakan bahwa berdasarkan kesepakatan yang diumumkan oleh Ketua Parlemen Nabih Berri, perundingan ini hanya diwakilkan oleh para petinggi militer sehingga kehadiran pejabat sipil di dalam tim bertentangan dengan kesepakatan ini.
"Ini akan menciderai posisi Lebanon dan kepentingan tinggi negara. Ini adalah sebuah pukulan keras terhadap peran Lebanon dan kubu perlawanan serta posisi negara ini di dunia Arab, dan sebuah sikap tunduk di hadapan logika rezim Zionis, yang menyerukan normalisasi hubungan," tegas pernyataan itu seperti disiarkan televisi al-Manar.
Kantor Kepresidenan Lebanon sebelum ini mengumumkan bahwa tim negosiasi dengan Israel dipimpin oleh Jenderal Bassam Yassin, yang beranggotakan Kolonel Angkatan Laut Mazen Basbous, Kepala Urusan Perminyakan, Wissam Chbat, dan pakar hukum laut Najib Massihi.
Perundingan antara Lebanon dan Israel yang dimulai pada Rabu ini, dilakukan di bawah pengawasan PBB dan dihadiri oleh delegasi pemerintah AS. (RM)
342/