Selain itu, keberhasilan militer Irak mengagalkan serangan teroris ke peziarah Arbain, Fatah menuntut pengunduran diri Sekjen Liga Arab, Damaskus serukan pasukan AS angkat kaki dari Suriah, PBB dan Ansarullah Yaman membahas pembukaan kembali bandara Sana’a dan Kuwait menetapkan Emir baru.
Rencana Penutupan Kedutaan AS di Baghdad demi Tekan Pemerintah Irak
Pemerintah AS telah mengumumkan akan menutup kedutaan besarnya di Baghdad, karena terjadi serangan yang terus berlanjut. Meskipun ada pengumuman dari pemerintah AS akan menutup kedutaan besarnya di Baghdad, tapi tampaknya belum terlaksana hingga kini. Pasalnya, Irak memiliki kepentingan geopolitik bagi Amerika Serikat. Pada dasarnya, invasi AS ke Irak tahun 2003 sebagian besar disebabkan oleh geopolitik Irak.
Berdasarkan data OPEC, Irak memiliki cadangan minyak terbukti lebih dari 145 miliar barel. Irak memproduksi lebih dari 4,5 juta barel minyak per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 4 juta barel diekspor. Sejumlah sumber menunjukkan bahwa salah satu alasan motif AS melancarkan invasi terhadap Irak tahun 2003 demi mengeruk sumber daya minyaknya yang melimpah.
Selain itu, tujuan terpenting Amerika Serikat di Timur Tengah adalah memantau Republik Islam dan melemahkan posisi Iran serta sekutunya. Oleh karena itu, rencana penutupan kedutaan besar AS di Irak bertentangan dengan tujuan strategis Washington.
Tampaknya, ada motif lain mengapa Amerika Serikat melemparkan rencana penutupan kedutaannya. Washington mengangkat masalah ini untuk menekan pemerintah Baghdad demi mencapai tujuannya dengan mengangkat masalah penutupan kedutaan besarnya di Baghdad.
Amerika Serikat saat ini memiliki tiga tuntutan utama terhadap pemerintah Irak yaitu: melemahkan atau mengelola kelompok anti-Amerika, memastikan keamanan pasukan Amerika, dan melawan pengaruh Republik Islam Iran.
Militer Irak Gagalkan Serangan Teroris ke Peziarah Arbain
Juru bicara Komando Staf Angkatan Bersenjata Irak mengabarkan keberhasilan pasukannya menggagalkan serangan teroris terhadap para peziarah Arbain Imam Hussein di kota Baghdad.
Alalam (3/10/2020) melaporkan, Brigjend Yahya Rasool mengumumkan, pasukan anti-teror Irak menggelar operasi di utara Baghdad, dan berhasil menggagalkan upaya para teroris untuk menyerang peziarah Arbain.
Ia menambahkan, upaya dua pelaku bom bunuh diri yang bermaksud melancarkan aksinya terhadap para peziarah Arbain, berhasil digagalkan.
Penangkapan dua pelaku bom bunuh diri ini dilakukan atas informasi akurat, dan kerja keras pasukan anti-teror Irak.
Sebelumnya, pasukan keamanan Irak menangkap 26 teroris Daesh di Provinsi Nainawa, utara negara itu.
Seperti dikutip laman Ayn al-Iraq pada Sabtu (3/10/2020), teroris Daesh yang ditangkap mengakui bahwa mereka terlibat dalam beberapa serangan teror, dan ikut menyerang pasukan Irak selama operasi pembebasan Provinsi Nainawa.
Militer dan pasukan Hashd al-Shaabi Irak melakukan operasi untuk membebaskan daerah-daerah yang diduduki teroris dan kegiatan ini masih berlanjut sampai sekarang.
PLO Tuntut Pengunduran Diri Sekjen Liga Arab
Sekjen Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat Senin (28/9/2020) malam mengecam statemen terbaru Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit terkait normalisasi hubungan dengan Israel.
"Ahmed Aboul Gheit telah kehilangan kredibilitasnya dan tidak lagi layak menjabat sekjen Liga Arab," papar Erekat.
Sekjen Liga Arab hari Ahad (27/9/2020) menyambut kesepakatan normalisasi hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan rezim Zionis Israel, dan mengklaim bahwa kesepakatan ini mendorong Israel menghentikan rencananya menduduki sebagian wilayah Tepi Barat Sungai Jordan.
Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain setelah mengumumkan kesepakatan kompromi dengan Israel, Selasa (15/9/2020) menandatangani kesepakan ini di Gedung Putih di bawah pengawasan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Langkah UEA dan Bahrain menormalisasi hubungan dengan Israel menuai protes luas di dunia Islam.
Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyatakan kesepakatan berbahaya ini sama halnya dengan hadiah gratis yang diberikan Emirat dan Bahrain kepada Israel karena kejahatannya terhadap bangsa Palestina.
342/