Menurut Kantor Berita ABNA, Majalah Charlie Hebdo baru-baru ini memuat kembali gambar karikatur penghinan terhadap Rasulullah SAW. Tindakan ini membangkitkan kemarahan umat Islam dunia, termasuk umat Islam di Republik Islam Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran Saeed Khatibzadeh mengecam keras publikasi gambar penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw oleh Charlie Hebdo.
Khatibzadeh pada Kamis (3/9/2020) malam mengatakan, segala bentuk penghinaan, dan pelecehan terhadap Nabi Muhammad Saw, dan nabi-nabi Tuhan lainnya sama sekali tidak bisa dibenarkan.
"Penghinaan yang kembali dilakukan media Prancis dengan dalih kebebasan pers, telah menyakiti hari para pengikut agama tauhid dunia, dan ini merupakan provokasi serta penghinaan terhadap nilai-nilai Islam, dan akidah lebih dari satu miliar umat Islam," ujarnya.
Jubir Kemlu Iran menegaskan, berbeda dengan alasan penghinaan yang dilakukan oleh Charlie Hebdo, kebebasan berpendapat memiliki nilai luhur yang harus diterapkan dalam bentuk konstruktif untuk menciptakan kehidupan rukun sesama manusia, dan mencapai kesepahaman di antara agama-agama.
Sementara itu, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam pesannya juga mengecam keras penistaan terbaru yang dilakukan majalah Prancis tersebut.



342/