Menurut Kantor Berita ABNA, Azzam al-Ahmad saat diwawancarai televisi al-Mayadeen menilai bungkam di hadapan kesepakatan Emirat ini indikasi partisipasi di kejahatan dan pengkhianatan. Ia meminta Ahmed Aboul Gheit, sekjen Liga Arab komitmen dengan keputusan KTT Arab.
Al-Ahmad seraya menjelaskan bahwa kompromi UEA dengan Israel diambil dalam koridor kesepakatan abad, mengatakan, Fatah akan membela umat Arab dan Islam dari segala bentuk penjajahan.
Menyusul upaya Presiden AS Donald Trump untuk mempermudah proses normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel, Kamis (13/8/2020) Abu Dhabi dan Tel Aviv mencapai kesepakatan terkait normalisasi penuh hubungan diplomatik.
Kesepakatan Israel dan UEA menuai gelombang protes dari berbagai faksi Palestina, negara kawasan dan sejumalh tokoh politik dunia. Hampir bisa dikatakan bahwa langkah Emirat ini sebuah pengkhianatan terhadap cita-cita bangsa Palestina. (MF)
342/