Menurut Kantor Berita ABNA, Sekjen P-GCC, Nayef Falah Mubarak Al-Hajraf di statemen ini mengklaim, sikap terbaru Iran terhadap UEA memicu instabilitas di Teluk Persia dan bertentangan dengan etika diplomasi.
Menyusul upaya Presiden AS Donald Trump untuk mempermudah proses normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab dan Israel, Kamis lalu Abu Dhabi dan Tel Aviv meraih kesepakatan terkait normalisasi hubungan diplomatik penuh.
Kesepakatan Israel dan Uni Emirat Arab menuai gelombang protes luas oleh faksi-faksi Palestina, negara kawasan dan sejumlah tokoh politik dunia serta menurut konsensus bersama, langkah Emirat ini sebuah kejahatan terhadap cita-cita bangsa Palestina. (MF)
342/