29 Juli 2020 - 11:53
Rahbar: Iran Dukung Perjuangan Rakyat AS Melawan Rasisme

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, "Mengenai kondisi di Amerika Serikat saat ini dan gerakan anti-rasis di negara ini, posisi tegas kami berpihak terhadap rakyat dan mengutuk perilaku kejam pemerintahan rasis di negara ini,".

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Khamenei dalam sebuah pesan haji yang disampaikan hari Rabu (29/7/2020) menyinggung masalah diskriminasi ras di AS, dengan mengatakan, "Melihat jalan di Amerika, perlakuan pejabat mereka terhadap rakyatnya sendiri, menunjukkan jarak kelas dan kesenjangan sosial yang menganga di negara itu, kehinaan dan kebodohan dari mereka yang terpilih untuk menjalankan pemerintahan, diskriminasi ras yang mengerikan di Amerika, kekejaman petugas yang membunuh seorang tidak bersalah di jalan dengan darah dingin dan di depan mata orang-orang yang lewat, kedalaman krisis moral dan sosial peradaban Barat dan distorsi dan ketidakabsahan filosofi politik dan ekonominya yang terbongkar,".

"Perlakuan Amerika terhadap negara-negara lemah adalah versi yang diperbesar dari perilaku polisi yang menempatkan lutut mereka di leher seorang pria kulit hitam yang tidak berdaya dan menekannya hingga mati," tegas Rahbar.

Ayatullah Khamenei memandang haji sebagai latihan melawan kekuatan arogan, yang menjadi pusat kerusakan, penindasan, kezaliman, pembunuhan dan penjarahan, yang hari ini tubuh dan jiwa umat Islam disiksa oleh tirani dan kejahatan mereka.

"Kita tahu, kehadiran AS di kawasan Asia Barat sebagai penyebab ketidakamanan, kehancuran dan keterbelakangan," papar Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran. 

Di bagian lain statamennya, Ayatullah Khamenei menekankan persatuan umat Islam melawan agresor Amerika Serikat dan rezim Zionis, serta kebutuhan untuk membantu Palestina yang tertindas, bersimpati dengan orang-orang Yaman yang tertindas dan keprihatinan umat Muslim yang tertindas di seluruh dunia. 

"Para pemimpin sebagian negara Muslim seharusnya bertumpu pada sesama saudara Muslim mereka daripada berlindung di tangan musuh demi keuntungan pribadi selama beberapa hari, dan menanggung penghinaan dan tekanan musuh," tegas Rahbar.(PH)

342/