Menurut Kantor Berita ABNA,Laman CNN menulis, Donald Trump menilai kondisi kota Seattle sebagai sebuah kesempatan dan memanfaatkan peristiwa yang terjadi di kota ini untuk bahan menyerang rival politiknya dan menarik dukungan dari pendukung radikalnya.
"Tepat ketika Mark Milley, kepala Kepala Staf Gabungan, meminta maaf atas tuduhan kehadiran militer AS di arena politik negara itu, Trump mengatakan kita perlu turun ke jalan," tulis CNN.
Presiden AS hari Jumat di pesan Twitternya kembali menyebut demonstran teroris dan menuntut segera diakhirinya aksi protes tersebut.
Seraya menyebut lemah kinerja walikota Seattle dan gubernur Washington, kepada mereka Trump mengatakan, "Jika Anda tidak mampu meredam aksi demo, maka Saya akan melakukannya."
Jenny Durkan, walikota Seattle seraya menepis klaim Trump untuk mengirim militer guna menumpas demonstran mengatakan, "Sama seperti yang Saya katakan sebelumnya, pengiriman militer ke Seattle ilegal dan melanggar konstitusi serta Kami tidak akan mengijinkan hal ini terjadi."
Protes anti diskriminasi di Amerika Serikat dan berbagai kota di dunia terus berlanjut. (MF)
342/