Menurut Kantor Berita ABNA,Seperti dilaporkan kantor berita IRIB, Presiden Assad kemudian mengangkat Menteri Sumber Daya Air Suriah, Hussein Arnous sebagai perdana menteri sementara. Arnous akan memimpin pemerintahan Suriah sampai terpilihnya parlemen baru.
Khamis dikritik oleh masyarakat dan bahkan pemerintah karena meningkatnya angka inflasi dan anjloknya nilai tukar mata uang Suriah di hadapan valuta asing.
Pemilu ketiga parlemen Suriah rencananya diselenggarakan pada 11 April lalu, tetapi diundur hingga 20 Mei 2020 karena wabah virus Corona. Namun, presiden Suriah kembali menunda pemilu sampai bulan Juli karena alasan yang sama. (RM)
342/