Menurut Kantor Berita ABNA,Laman DW Jerman di laporannya menulis, polisi Amerika memiliki anggaran besar yang jarang dipantau dan hukum negara ini memberi kekebalan hukum yang tinggi kepada para aparat keamanan tersebut.
Dilaporan ini disebutkan, warga Los Angeles di negara bagian California bukan satu-satunya kota di Amerika yang mengalokasikan bujet besar kepada polisi dan masalah ini marak di berbagai negara bagian dan kota lainnya.
"Kekerasan polisi di masyarakat Amerika bukan saja ditoleransi, bahkan Presiden Donald Trump adalah sosok yang mendorong di kasus ini," ungkap DW.
Berbagai kota di Amerika selama beberapa hari terakhir menjadi ajang aksi demo warga memprotes perilaku keras dan rasis polisi negara ini.
Aksi protes yang kini merambah berbagai kota di Eropa meletus setelah seorang perwira polisi kulit putih Amerika pada 25 Mei lalu membunuh secara sadis George Floyd, warga kulit hitam di kota Minneapolis, negara bagian Minnesota. (MF)
342/