16 September 2019 - 07:39
Api Ansarullah di Aramco dan Keinginan Saudi Selamatkan Diri dari Perang Yaman

Instalasi minyak milik perusahaan Aramco di kilang minyak Buqayq dan Khurais di Arab Saudi timur mengalami kebakaran hebat. Departemen Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan kebakaran ini akibat serangan drone. Unit drone militer dan pasukan relawan rakyat Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan ke instalasi minyak Arab Saudi tersebut.

(ABNA24.com) Instalasi minyak milik perusahaan Aramco di kilang minyak Buqayq dan Khurais di Arab Saudi timur mengalami kebakaran hebat. Departemen Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan kebakaran ini akibat serangan drone. Unit drone militer dan pasukan relawan rakyat Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan ke instalasi minyak Arab Saudi tersebut.

Bulan ke 54 perang koalisi Arab Saudi ke Yaman akan segera berakhir. Arab Saudi yang berharap selama kurang dari satu bulan dapat memenangkan perang dan mendudukkan kembali Abd Rabbuh Mansur Hadi ke tampuk kekuasaan, namun seiring dengan berlalunya waktu, Riyadh menyadari bahwa sangat sulit untuk mengembalikan Mansur Hadi ke posisi sebelumnya.

Al Saud berusaha memaksa Ansarullah Yaman dan  sekutunya menyerah dengan memaksakan perang, namun kini Riyadh menyadari kesalahan interpretasinya atas perang terhadap Yaman, karena dengan pemaksaan perang, Ansarullah dan sekutunya berhasil meningkatkan kemampuan defensif dan ofensifnya serta mampu memberi kerusakan berat kepada Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Serangan ke instalasi perusahaan Aramco dengan 10 drone yang dilancarkan bulan lalu dan serangan hari Sabtu (14/09) ke instalasi perusahaan minyak Saudi ini termasuk langkah Ansarullah dan sekutunya melawan Riyadh.

Serangan drone ini menunjukkan bahwa Ansarullah dan militer Yaman menarget kapasitas minyak Arab Saudi. Penargetan instalasi Aramco sama halnya Ansarullah dan sekutunya berencana merusak perekonomian Arab Saudi dan meningkatkan biaya ekonomi perang ini bagi Al Saud, karena Arab Saudi produsen dan eksportir terbesar minyak dunia. Minyak merupakan pendapatan utama negara ini. Ladang minyak Aramco di Provinsi Buqayq merupakan cadangan terbesar minyak Saudi dengan kapasitas satu miliar barel. Ladang minyak ini telah menjadi target drone Yaman.

Poin lain dari serangan drone Yaman termasuk serangan ke instalasi Aramco di kilang minyak Buqayq dan Khurais adalah militer bersama pasukan relawan rakyat Yaman tidak ingin melanjutkan perang, tapi serangan ini sekedar upaya defensif.

Sejatinya militer dan relawaan rakyat Yaman berencana meningkatkan biaya dilanjutkannya perang bagi Arab Saudi dan memaksa Riyadh untuk mengakhiri perang tak manusiawi ini.

Dalam hal ini, Mohammad al-Bukhaiti, salah satu anggota Biro Politik Ansarullah dalam wawancaranya dengan televisi Aljazeera seraya mengisyaratkan serangan hari Sabtu pejuang Yaman ke instalasi perusahaan Aramco dan kebakaran hebat di instalasi tersebut serta pengakuan Al Saud akan serangan ini mengancam jika Arab Saudi tidak mengakhiri agresi dan serangannya ke Yaman, maka pejuang Yaman akan menduduki Riyadh.

Mengingat kondisi ini, dapat diharapkan bahwa strategi Arab Saudi di perang Yaman akan berubah. Perang yang terus menimbulkan erosi saat ini tidak selaras dengan kepentingan Arab Saudi dan negara ini harus berusaha mempersiapkan peluang untuk mengakhiri perang dan keluar dari kubangan lumpur di Yaman, karena berlanjutnya perang dapat menorehkan kekalahan berat bagi Al Saud.



/129