Menurut Kantor Berita ABNA, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menilai perlawanan dan keberhasilan Iran dalam menghadapi invasi kekuatan besar politik, ekonomi, militer, keamanan dan budaya Amerika-Zionis, bersumber dari keimanan dan ketakwaan masyarakat Iran, terutama para pemudanya.
Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan ketua dan anggota Dewan Ahli Kepemimpinan Iran di Tehran, Kamis (15/3/2018) pagi.
Rahbar mengatakan, Allah Swt akan menyertai dan menolong orang-orang yang membela kebenaran, karena ini janji yang pasti dan meyakinkan.
"Syarat pemenuhan janji Ilahi ini adalah para ulama, pejabat negara dan lembaga-lembaga pendidikan dan dakwah harus melaksanakan tugasnya dalam membina iman masyarakat dan komitmen praktis mereka pada takwa, menjauhi kemewahan, serta bekerja keras, dan istiqamah," papar Ayatullah Khamenei.
Iran, lanjutnya, melakukan perlawanan yang sulit dan berat di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan dari serangan total musuh.
"Filosofi keberadaan Republik Islam, pemerintahan agama, dan cita-cita luhur sistem pemerintahan Islam termasuk, tauhid, keadilan sosial, perang melawan penindasan, dan dukungan kepada kaum tertindas, telah membuat musuh-musuh agama mengobarkan perang," ungkap Rahbar.
Berbagai ayat al-Quran, tambahnya, menyebutkan bahwa front kebenaran selalu menjadi sasaran serangan kubu kebatilan di sepanjang sejarah.
Menurut Ayatullah Khamenei, poin penting dalam konfrontasi abadi antara kebenaran dan kebatilan adalah janji pasti Tuhan tentang kemenangan para pembela kebenaran.
"Janji ini akan terpenuhi jika kaum mukmin mematuhi syarat-syarat seperti, niat yang tulus, kesabaran, kearifan, ketekunan, dan keteguhan. Dengan menjaga syarat-syarat ini, janji tersebut pasti terwujud karena ia bagian dari sunnah Ilahi dan sebuah kepastian," tegasnya.